Badung, LenteraEsai.id – Yida Chen (68), seorang pria pelancong asal China, nampaknya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan setiap orang yang dijumpainya. Akibatnya, tidak ada yang bisa mengerti maksud yang bersangkutan, yakni mencari alamat hotel tempatnya menginap.
Seiring dengan itu, Yida Chen menjadi cukup lama harus muter-muter kesasar ke sejumlah wilayah di daerah Kuta Selatan, Kabupaten Badung, hingga nyaris tak mampu lagi melangkahkan kakinya. Namun tergolong mujur, di saat kelelahan yang memuncak, ia bertemu dengan patroli polisi ‘Blue Light Patrol (BLP)’ di Jalan Pratama Benoa, Kuta Selatan.
Kepada petugas BLP Polresta Denpasar itu, Yida Chen dengan bahasa yang dikuasai, mengaku tersesat saat berjalan-jalan di sekitar kawasan tersebut. Ia tidak membawa ponsel dan tidak juga bisa berbahasa Indonesia.
Yida Chen yang kemudian mengatakan ingin menuju tempatnya menginap, yakni di sebuah hotel di Jalan Taman Sari 1 Tanjung Benoa, oleh petugas BLP langsung diantarkan ke lokasi yang dimaksud. Dan Yida Chen pun mengucapkan terima kasih kepada petugas BLP atas bantuannya.
“Saya sangat berterima kasih kepada petugas BLP yang telah membantu saya. Saya tidak tahu harus berbuat apa jika tidak bertemu dengan mereka,” kata Yida Chen, seperti yang ditirukan personel BLP kepada wartawan di Badung, Rabu (27/12/2023).
PKS Kanit Samapta Polsek Kuta Selatan Iptu I Made Windu Mertanaya yang dihubungi terpisah, membenarkan bahwa petugas BLP telah menemukan dan mengantarkan seorang pelancong asal China yang tersesat pada Selasa (26/12) petang. BLP memang selalu siap membantu orang-orang yang membutuhkan.
“BLP memiliki tugas untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kami juga siap membantu warga masyarakat yang membutuhkan, termasuk wisatawan mancanegara,” kata Windu Mertanaya, menjelaskan.
Perwira pertama polisi itu mengimbau wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali untuk selalu berhati-hati dan menjaga barang bawaannya. Jika tersesat, wisatawan dapat meminta bantuan kepada petugas kepolisian atau masyarakat setempat, tentunya diharapkan dengan pola komunikasi yang dapat dimengerti.
Pewarta: Pande Aubade
Redaktur: Laurensius Molan







