Singaraja, LenteraEsai.id – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana kembali menekankan kepada para pemimpin di daerahnya untuk mampu bekerja dan dapat memiliki target kerja yang terukur dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih berdampak bagi masyarakat.
Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengatakan hal itu saat membuka kegiatan diskusi yang digelar Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB), di Gedung Wanita Laksmigraha Singaraja, Jumat (15/12). Dijelaskan selama setahun tiga bulan menjadi Penjabat Bupati, Lihadnyana telah melaksanakan tugasnya sebagaimana yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri.
Dalam SK itu para pimpinan di daerah diminta melaksanakan urusan pemerintahan serta memfasilitasi pemilu dan pemilukada. Dalam konteks mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, pihaknya mulai mengubah pola pikir menjadi birokrasi berdampak.
“Kami adalah tenaga birokrasi, maka semuanya adalah tahap demi tahap terukur. Satu rupiah anggaran yang dikeluarkan dampaknya apa, harus jelas. Birokrasi yang tidak menjadi tumpukan kertas, birokrasi yang tidak berada pada zona nyaman dan terjebak pada rutinitas. Atas dasar itu saya langsung memverifikasi usulan perangkat daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut Lihadnyana menyebutkan, memasuki era disrupsi semua tata kelola pemerintahan harus serba digital. Begitu pula pelayanan publik didorong agar memudahkan masyarakat dalam pengusulan administrasi periznan dan non perizinan. “Atas dasar itulah kami meluncurkan Mal Pelayanan Publik di lantai III Pasar Banyuasri. Memperhatikan hakekat mal pelayanan publik, seharusnya dipusatkan pada tempat di mana masyarakat biasa berkumpul,” ucapnya.
Pj Bupati Lihadnyana berpesan agar pemimpin Buleleng ke depan mampu untuk mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan lebih baik. Dengan mempertimbangkan program-program solutif untuk menangani inflasi, stunting, dan kemiskinan ekstrem yang saling berkaitan.
“Saya juga sampaikan kepada siapa saja yang menjadi kepala daerah nanti, kita ini terlalu boros anggaran. Anggaran belanja akan kita coba buat sedemikian rupa sehingga APBD dapat digunakan untuk memberikan dampak yang lebih banyak kepada masyarakat,” katanya, menjelaskan.
Pada kesempatan itu Pj Bupati Lihadnyana turut mengucapkan terima kasih karena para jurnalis juga turut berkontribusi untuk pembangunan di Kabupaten Buleleng melalui pemberitaan dan diskusi. Melalui pemberitaan, pemerintah daerah mendapatkan banyak masukan dari masyarakat yang dapat menjadi pedoman membangun Buleleng ke arah lebih baik, ujarnya.
Turut hadir pada kegiatan diskusi bertema ‘Wahai Pemimpin, Datanglah…’, antara lain I Wayan Koster, Gubernur Bali periode 2018-2023, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, anggota Bawaslu Bali Gede Sutrawan, Forkompinda, Forkompimdes, akademisi, tokoh adat, dan anggoata organisasi masyarakat.
Pewarta: Anom Wijaya
Redaktur: Laurensius Molan







