Mandi di Pantai, Rafi Terseret Gelombang Besar di Pererenan Badung

Pencarian korban terseret arus di Pantai Pererenan dengan menggunakan dua jetski, Jumat (15/12). (Foto: Basarnas Bali)

Badung, LenteraEsai.id – Rafi (18), seorang buruh bangunan, dilaporkan terseret gelombang besar saat mandi di Pantai Pererenan, Desa Buduk, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung pada Kamis (14/12/2023) sore sekitar pukul 17.10 Wita.

Dari informasi yang diperoleh Tolibin (29), mandor bangunan tempat korban bekerja, diketahui bahwa kejadian bermula ketika Rafi yang sedang mandi bersama dengan tiga orang rekannya, tiba-tiba digulung ombak yang cukup besar. Padahal di tempat itu telah dipasang bendera larangan untuk berenang.

Bacaan Lainnya

Tiga rekan korban Rafi selamat sehubungan mandi di pinggir pantai, jadi langsung bisa berlarian ke daratan saat datangnya ombak besar. Sementara Rafi mandi agak jauh ke tengah, sehingga langsung digulung ombak dan menghilang dari permukaan air laut.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas) yang kemudian menerima laporan dari Balawista Pantai Kuta tentang adanya peristiwa itu, langsung mengerahkan Tim Rescue ke lokasi kejadian guna melakukan upaya pencarian.

“Kemarin malam sudah dilaksanakan penyisiran oleh Tim Rescue di sepanjang bibir Pantai Pererenan, namun hingga pukul 21.30 Wita korban belum juga ditemukan, sehingga pencarian dilanjutkan hari ini,” ujar Kepala Kantor SAR Denpasar I Nyoman Sidakarya di lokasi kejadian, Jumat (15/12).

Dikatakan, upaya pencarian terhadap korban yang diketahui berasal dari Jawa Tengah dan bekerja pada proyek bangunan di Badung, Bali itu, pada hari ini kembali dilanjutkan dengan mengerahkan dua unit rubber boat dan dua jetski.

“Gerakan tim SAR kami bagi menjadi tiga area di lokasi pencarian yang luasnya mencapai 1.07 NM dari titik hilangnya korban,” ujar Nyoman Sidakarya, menjelaskan.

Hingga siang ini pencarian masih terus dilakukan petugas Basarnas yang juga didukung unsur SAR lainnya yang ikut tergabung di kawasan Pantai Parerenan.

“Saya berpesan kepada para pengunjung pantai agar berhati-hati dan selalu mentaati rambu-rambu peringatan bahaya yang berada di area pantai,” kata Nyoman Sidakarya, mengingatkan.

Pewarta: Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait