Denpasar, LenteraEsai.id – Berpuluh tahun menjalani profesi sebagai tenaga medis di RSUP Sanglah (sekarang RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah) Denpasar, dr Ketut Ayu MARS pernah mengalami masa-masa kebimbangan ketika berbagai peralatan canggih dan obat-obat mahal, ternyata tidak serta merta menyembuhkan pasien. Kalaupun sembuh, ada efek samping yang berpotensi melahirkan penyakit baru yang harus ditanggung pasien.
“Inilah yang membuat saya kemudian mantap mempelajari pengobatan menggunakan energi prana. Di mana prana merupakan energi dari Tuhan, yang bisa kita gunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, baik penyakit fisik maupun psikis,” ujar dr Ketut Ayu (60) ketika ditemui di tempat praktiknya, di wilayah Jalan Gunung Batukaru, Denpasar, baru-baru ini.
Dokter Ayu, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa dirinya dipercaya menjadi penanggung jawab klinik layanan pengobatan komplementer di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar sejak tahun 2019, dengan memberikan layanan penyembuhan energi prana, akupuntur dan hipnoterapi. Untuk jenis penyakit yang ditangani antara lain stroke, jantung, pencernaan, kanker, THT, psikomatis, autis, dan beragam penyakit lainnya.
Klinik layanan pengobatan komplementer, ujar Dokter Ayu, merupakan satu-satunya pengobatan alternatif yang ada di rumah sakit di Indonesia, sehingga ketika hendak dibuka, berbagai pihak mempertanyakan kompetensi dan pertanggungjawaban metode penyembuhan ini. Akan tetapi, dengan pembuktian nyata, akhirnya metode penyembuhan dengan energi prana ini bisa diterima berbagai pihak. Termasuk dari Kementerian Kesehatan RI, yang akhirnya memberi izin dibukanya metode penyembuhan alternatif ini.
“Sejak dibuka resmi pada 3 Desember 2019 di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah, klinik komplementer ini menarik minat masyarakat yang dengan antusias ingin menjajal pengobatan alternatif tersebut. Bahkan, bukan hanya masyarakat lokal saja yang ingin mencoba keampuhan pengobatan dengan energi prana, melainkan juga tidak sedikit warga negara asing yang ikut memilih metode penyembuhan dengan energi ini ketika mengalami gangguan kesehatan,” ujar wanita yang mendapat penghargaan Dokter Teladan dari Kementerian Kesehatan RI pada November 2022, atas inovasi metode pengobatan yang dilakukannya.
Dia melanjutkan, tidak hanya sebatas mengobati pasien semasa masih bertugas di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah, namun Dokter Ayu sampai kini pun tetap sering kali dikontak ketika ada paisen yang sakit fisik atau psikis yang berada di berbagai provinsi di Indonesia, serta pasien mancanegara. “Pasien mancanegara yang pernah saya tangani ada yang berasal dari Amerika Serikat, Austria, Jerman, Singapura. Dan bersyukur mereka sembuh,” ucapnya.
Keampuhan pengobatan dengan energi prana tidak hanya dapat dilakukan terhadap pasien secara tatap muka, tetapi juga orang yang menderita sakit pada jarak yang tergolong jauh. “Asal kita masih sama-sama menginjak bumi, maka jarak tidak menjadi masalah. Mau pasien berada di Afrika, Siberia atau di manapun, dengan catatan masih menginjak tanah, pasti bisa ditangani. Karena jenis energi prana meliputi udara, matahari, tanah dan pepohonan,” ujarnya, menjelaskan.
Dokter Ayu berharap, ke depan seluruh warga masyarakat Indonesia yang sedang mengalami masalah kesehatan dan membutuhkan penanganan dengan metode penyembuhan energi prana, seyogyanya dapat terlayani oleh tenaga yang kini perlu disiapkan secara optimal (selain dirinya, Red), sehingga setiap pasien akan kembali pulih kondisinya secara maksimal.
“Sejak Maret 2023 saya sudah pensiun dari tugas di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah, sekarang fokus menyembuhkan pasien yang datang ke klinik. Astungkara, saya tetap ingin berkontribusi dan bermanfaat bagi semesta melalui penyembuhan kepada pasien dengan menggunakan energi prana,” kata Dokter Ayu dengan mimik wajah yang terkesan begitu tulus.
Pewarta: Tri Vivi Suryani
Redaktur: Laurensius Molan







