Seririt, LenteraEsai.id – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menyerahkan hasil bedah rumah tidak layak huni (RTLH) kepada dua keluarga penerima di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara, Minggu (8/10/2023).
Penyerahan itu merupakan yang pertama kalinya dalam upaya penurunan angka kemiskinan esktrem di Buleleng. Upaya tersebut melibatkan perusahaan yang ada di Buleleng melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Pengerjaannya melibatkan TNI melalui Karya Bakti Kodim 1609/Buleleng yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada 19 September 2023 lalu.
Dua keluarga di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt yang menerima hasil bedah RTLH tersebut, adalah keluarga Putu Sukrawan dan keluarga Putu Pas Eka Wisastra.
Dalam sambutannya, Lihadnyana mengatakan penyerahan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan setelah peluncuran program penurunan kemiskinan ekstrem, yang peletakan batu pertamanya dilakukan 19 September 2023 lalu oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi dan Kapolda Bali Irjen Pol Ida Bagus Kade Putra Narendra.
Kolaborasi dengan seluruh pihak dilakukan mengingat penanganan kemiskinan ekstrem harus dengan cara yang tidak biasa. Salah satunya adalah dengan melibatkan unsur TNI melalui Karya Bakti Kodim 1609/Buleleng dalam hal pengerjaan program yang dilancarkan.
“Kalau sudah namanya ekstrem, caranya pun tidak bisa yang biasa. Caranya harus dengan ekstrem juga dan itu sudah dilakukan. Kerja keras dari TNI yang berkolaborasi dengan masyarakat di sini gencar dilakukan hingga pengerjaan rumah bisa diselesaikan, bahkan mendahului dari jadwal yang ditentukan,” ucapnya, menjelaskan.
Pj Bupati Lihadnyana juga menginstruksikan kepada Kepala Dinas Sosial untuk mendata masyarakat yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem, apakah masih dalam usia produktif atau tidak. Jika masih dalam usia produktif, pemberdayaan juga harus dilakukan selain memberikan bantuan-bantuan sosial. Pemberdayaan menjadi sangat penting agar masyarakat miskin ekstrem yang masih berusia produktif bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bekerja.
“Artinya jangan terus dikasih ikan. Tetapi penting juga kita kasih pancing agar dia juga bisa mencari ikan sendiri ke depannya” ujar Lihadnyana, menekankan.
Sementara itu, Perwira Seksi (Pasi) Teritorial Kodim 1609/Buleleng Kapten Inf Gede Oka mewakili Komandan Kodim 1609/Buleleng menyebutkan, penyerahan hasil bedah RTLH yang pertama ini memacu semangat seluruh pihak untuk bekerja demi masyarakat. Bergotong royong dengan masyarakat agar target yang diberikan kepada TNI bisa tercapai.
“Yang dikerjakan TNI saat ini empat unit. Di Joanyar dua unit yang sudah selesai dan di Desa Ringdikit dua unit. Di Desa Ringdikit hari ini hampir selesai. Sudah mendekati 100 persen,” ucapnya, menyampaikan. (LE/Bel)







