Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Gelar Bali Psikiatri Terkini

Acara simposium dan workshop Bali Psikiatri Terkini (BATIK-4) di Four Points By Sheraton Bali Ungasan (Foto: Dok. Universitas Udayana)

Ungasan, LenteraEsai.id – Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyelenggarakan Simposium dan Workshop Bali Psikiatri Terkini (Batik-4) Join Summit with 2nd International Conference on Cultural and Spiritual Pshchiatry (ICOSPI), bertempat di Four Points By Sheraton Bali Ungasan, Badung, Jumat (8/9/2023).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Unud Prof I Putu Gede Adiatmika yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali.

Bacaan Lainnya

Anak Ayu Sri Wahyuni selaku ketua panitia dalam laporanya menyampaikan, Seminar Batik-4 ini membahas berbagai topik menarik seputar psikiatri dan kesehatan mental. Seminar ini diharapkan banyak memberikan manfaat bagi semua pihak untuk menambah pengetahuan baru, pengalaman baru dan wawasan yang lebih luas tentang topik-topik yang akan dibahas dalam dua hari ke depan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unud Komang Januartha Putra Pinatih dalam sambutannya menjelaskan, sekarang ini di seluruh dunia mengalami perkembangan yang demikian pesat dari sisi sosial, ekonomi, dan teknologi. Di satu sisi ini merupakan penanda bahwa peradaban terus berkembang, akan tetapi di sisi lainnya ternyata perubahan ini memberikan implikasi pada berbagai bidang termasuk di bidang kesehatan, yang tidak hanya kesehatan fisik tetapi juga kesehatan jiwa.

“Ini merupakan suatu tantangan bagi kita semua untuk mewujudkan bagaimana definisi sehat tersebut. Jadi sudah barang tentu teman-teman sejawat dari spesialis psikiatri itu memiliki tanggung jawab yang sangat besar bagaimana bisa mengupayakan tercapain kesehatan mental, yakni kesehatan mental secara paripurna sesuai devisini WHO bisa kita capai,” ujar Dekan Fakultas Kedokteran.

Permasalahan kejiwaan saat ini bukan hanya dialami masyarakat perkotaan, tetapi juga masyarakat di pedesaan pun sekarang sudah mulai meningkat kasus-kasus kejiwaan sebagai konsekuensi dari pada kemajuan yang didapatkan selama ini. Di sisi lain, keberadaan dokter spesialis kedokteran jiwa belum merata, hanya tersebar di kota-kota besar. Sementara itu, daerah pedesaan maupun daerah-daerah terpencil belum tersentuh oleh dokter spesialis kedokteran jiwa. Sehingga perlu adanya update ilmu kepada konsultan spesialis dan para dokter umum yang bertugas di berbagai daerah yang saat ini belum memiliki dokter spesialis kedokteran jiwa.

“Mudah-mudahan banyak dokter umum yang ikut menjadi peserta dalam kegiatan ini, sehingga nantinya bisa memberikan bekal yang lebih kepada teman-teman sejawat dokter umum untuk nanti setelah kembali dari mengikuti seminar ini bisa menggunakan ilmu pengetahuan yang didapat dari acara ini untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih optimal kepada masyarakat,” ujar Dekan Fakultas Kedokteran.

Sementara itu, Prof Adiatmika dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Unud terutama ketua panitia dan seluruh anggotanya yang telah berupaya sungguh-sungguh untuk menghasilkan sebuah acara berskala nasional sekaligus acara berskala internasional yang mengusung tema yang sangat menarik.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pembicara dari berbagai negara yang telah mengisi rangkaian acara Batik dan ICOSPI, tidak lupa juga saya memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berkenan hadir dari seluruh Indonesia, bahkan ada juga peserta dan pembicara dari mancanegara,” kata Wakil Rektor Unud.

Masa pandemi pada tahun-tahun belakangan ini telah mendorong banyak sekali inovasi dan perkembangan dalam berbagai macam bidang ilmu, menghasilkan teknologi baru yang tepat guna, salah satunya adalah di bidang kedokteran. Inovasi serta investasi pada kesehatan mental penting untuk dilakukan, sehingga bisa diterapkan dan digunakan dalam masyarakat, khususnya dalam pengobatan.

Melalui seminar kali ini diharapkan dapat memberi harapan baru pada dokter spesialis, dokter umum, serta praktisi kesehatan mental lainnya untuk bersama–sama melakuan inovasi serta kolaborasi. Selain itu diharapkan juga ada tambahan pengetahuan baru bagi para peserta.

“Semoga acara yang diselenggarakan ini menjadi wadah transfer knowledge antara peserta dan pembicara serta dapat memenuhi kebutuhan perkembangan keilmuan pada setiap tempat,” ucap Prof Adiatmika, mengharapkan.  (LE/Vik)

Pos terkait