Jakarta, LenteraEsai.id – Indonesia memperkuat diplomasi pendidikan dan riset di kawasan Asia Tenggara hingga Pasifik Barat melalui perluasan kerja sama beasiswa, pelatihan, dan pengembangan kapasitas dengan sejumlah negara sahabat.
Langkah tersebut dijalankan oleh Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Dili serta KBRI Manila, dan dipaparkan dalam forum Webinar Series Atdikbud & Wadetap RI-UNESCO.
Dalam siaran pers gabungan KBRI Dili dan Manila yang diterima pada Minggu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili Tasrifin Tahara mengatakan hubungan Indonesia dan Timor-Leste kini diarahkan pada program konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Salah satu inisiatif utama adalah pembukaan kelas khusus Fakultas Kedokteran bagi mahasiswa Timor-Leste serta pengembangan program Vocational Sister School untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia negara tersebut.
Tasrifin menambahkan Indonesia tetap menjadi destinasi favorit pelajar Timor-Leste melalui berbagai skema beasiswa, termasuk Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Indonesian AID, hingga bantuan dari perguruan tinggi.
“Pada 2025, terdapat 350 penerima beasiswa dari Timor-Leste yang berkuliah di Indonesia,” ujarnya.
Ia menyebutkan saat ini sekitar 1.800 warga Timor-Leste menempuh pendidikan di berbagai kampus di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
“Sering kali kesuksesan kerja sama internasional ditentukan oleh hubungan personal. Diplomasi di meja makan terkadang lebih efektif daripada pertemuan formal,” kata Tasrifin.
Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila Nina Yulianti mengatakan pihaknya tengah memetakan sistem pendidikan di Palau dan Kepulauan Marshall untuk menjajaki peluang kerja sama baru.
Menurut dia, Indonesia menawarkan program Indonesian AID Scholarship bagi generasi muda di kedua negara untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Potensi kerja sama lain mencakup pertukaran budaya, beasiswa bagi mahasiswa Pasifik ke universitas-universitas di Indonesia, serta kolaborasi dalam pelestarian bahasa Austronesia.
Sinergi KBRI Dili dan KBRI Manila disebut mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperluas peran pendidikan sebagai instrumen diplomasi lunak di kawasan.
Menurut data UNESCO, sebanyak 59.000 pelajar Indonesia belajar di luar negeri pada 2024. Pada saat yang sama, Indonesia semakin aktif menjadi negara tujuan studi, khususnya bagi negara-negara berkembang di kawasan Asia Pasifik. (LE)
Souce: ANTAA








