Denpasar, LenteraEsai.id – Ketua BPD PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si., atau yang akrab disapa Cok Ace menyebutkan bahwa kehadiran gelaran Bali Interfood dapat menjadi bagian diferensiasi pariwisata di Pulau Dewata.
“Terus-terang selama ini saya cukup iri dengan branding China yang lekat dengan berbagai kuliner yang lezat. Mestinya demikian pula di Bali, yang memiliki beragam kuliner yang khas, namun yang dikenal baru hanya sate lilit saja. Jadi dengan kehadiran Bali Interfood ini menjadi angin segar bagi pariwisata Bali,” demikian dikatakan Cok Ace pada press conference Bali Interfood 2026 yang berlangsung di Denpasar, Senin (31/8/2026) siang.
Sementara itu, perekonomian Bali terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada Triwulan II 2026, ekonomi Bali tumbuh sebesar 6,91 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Triwulan I 2026. Secara tahunan, ekonomi Bali juga tercatat tumbuh sebesar 5,78 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum masih menjadi salah satu penopang utama struktur perekonomian Bali dengan kontribusi sebesar 21,91 persen. Kondisi tersebut menunjukkan kuatnya peran pariwisata, perhotelan, restoran, dan industri kuliner dalam menggerakkan perekonomian Pulau Dewata.
Pertumbuhan aktivitas pada sektor tersebut sekaligus membuka peluang yang semakin luas bagi industri makanan dan minuman (F&B), mulai dari bahan baku, peralatan produksi, teknologi, pengemasan hingga berbagai solusi yang mendukung operasional hotel, restoran, kafe, dan usaha boga.
Melihat potensi tersebut, Krista Exhibitions Group kembali menghadirkan Bali Interfood 2026, yang memasuki penyelenggaraan ke-7. Pameran industri makanan dan minuman ini berlangsung pada 2–4 September 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali.
Bali Interfood 2026 menghadirkan beragam kebutuhan industri F&B dan hospitality, antara lain bahan baku makanan dan minuman, bakery dan pastry, kopi, wine & spirit, horeca, jasa boga, peralatan pengolahan makanan, hingga teknologi dan solusi pengemasan.
Pameran ini juga menghadirkan sejumlah agenda dalam waktu dan lokasi yang sama, yakni Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2026.
Kehadiran berbagai pameran tersebut diharapkan dapat mempertemukan lebih banyak pelaku industri, mulai dari produsen, distributor, buyer, hotel, restoran, pelaku usaha kuliner hingga penyedia teknologi.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan Bali memiliki potensi besar karena sektor pariwisata, hotel, restoran, serta usaha makanan dan minuman berkembang secara bersamaan.
“Bali memiliki potensi yang besar karena pariwisata, hotel, restoran, dan usaha makanan dan minuman berkembang secara bersamaan. Kami ingin menjadikan Bali Interfood sebagai tempat bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, bertemu dengan calon mitra, dan mendapatkan informasi mengenai perkembangan terbaru di bidang makanan dan minuman,” ujar Daud.
Bali Interfood 2026 diikuti 110 peserta, termasuk 35 pelaku UMKM, dengan target sekitar 15.000 pengunjung. Peserta berasal dari delapan negara, yakni China, Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Jepang, dan Prancis.
Kehadiran peserta internasional tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha dan pengunjung untuk melihat secara langsung perkembangan produk, teknologi, serta tren terbaru industri makanan dan minuman dari pasar dalam maupun luar negeri.
Hadirkan Gelato World Cup Indonesian Selection
Tidak hanya menjadi ajang pameran produk, Bali Interfood 2026 juga menghadirkan berbagai program edukasi, kompetisi, demonstrasi kuliner, serta networking yang ditujukan bagi pelaku industri maupun masyarakat.
Salah satu agenda utama tahun ini adalah Gelato World Cup Indonesian Selection, yang berlangsung selama tiga hari. Pengunjung dapat menyaksikan kompetisi sekaligus mengikuti berbagai workshop gelato dan mixology.
Pada 2 September, program yang dihadirkan antara lain Gelato Workshop Coconut Mango Dessert dan Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato. Selanjutnya, agenda dilanjutkan dengan Gelato Competition, Gelato Workshop Sorbet Lollies, serta Mixologist Workshop Blood Orange Sorbet.
Sejumlah sesi kuliner juga akan menghadirkan para chef dan profesional di bidang F&B. Di antaranya Cinnamon Roll bersama Chef Fajri Winarno, Dimsum Keju Lumer & Ghyong Chilli Oil bersama Chef Lucky R. Katili, Bali Beans Manual Brew Class bersama Barista I Made Galih Kresnadana, serta demo Mie Goreng Lada Hitam dan Kwetiau Goreng Olive Vegetable bersama Chef Ugay.
Sementara itu, Main Stage menghadirkan program Wine Pairings, yang mencakup Wine & Coffee Sensory bersama Bali Beans Coffee, Wine & Chocolate Pairing bersama Mason Chocolates Bali, serta Plant-Based Perfection: A Green Rebel Wine Pairing Workshop.
Perkuat Business Matching
Bali Interfood 2026 juga menyediakan Business Matching Room yang dirancang untuk mempertemukan pelaku industri Hotel, Restaurant, Café, dan Bakery (Ho.Re.Ca.Ba) dengan supplier maupun exhibitor.
Sejumlah agenda networking yang disiapkan antara lain Ngopi Darat with Purchasing & Supplier Ho.Re.Ca.Ba Bali, Coffee Morning with APKRINDO & APRINDO Bali, Afternoon Tea with IKABOGA & PHRI Bali, serta Meetup with Bali Restaurant Café Associations.
Program tersebut menjadi ruang pertemuan langsung bagi asosiasi, purchasing, procurement, supplier, dan exhibitor untuk membangun jejaring, memperluas peluang sourcing, serta menjajaki kerja sama bisnis.
Selain networking, Bali Interfood 2026 juga menghadirkan program peningkatan kompetensi melalui Krista Training Center by IKABOGA, termasuk sertifikasi BNSP untuk bidang Chef de Partie, Demi Chef, Baker, Commis Pastry, serta RCC atau perpanjangan masa berlaku sertifikat.
Di IPBI Competition Area, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai kompetisi dan workshop, seperti Fruit Carving Competition, Table Setting Into the Sea Competition, Flower Table Decoration Workshop, serta panel diskusi bertajuk “Rethinking Food Waste: How Hospitality Can Do It Better” yang menghadirkan Business & Community Manager Bali Restaurant Café Association (BRCA).
Penyelenggaraan Bali Interfood 2026 mendapat dukungan dari berbagai kementerian, pemerintah daerah, asosiasi, institusi pendidikan, organisasi profesi, serta pelaku industri.
Dukungan tersebut antara lain berasal dari Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Perindustrian RI, Pemerintah Provinsi Bali, Bali Tourism Board, PHRI Bali, GAPMMI, APRINDO, APKRINDO, SIGEP World, Worldchefs, Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia, Indonesian Pastry Bakery Society (IPBS), Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI), IKABOGA, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, AP5I, ARPI, APHI, ASKI, serta berbagai organisasi lainnya.
Bali Interfood 2026 terbuka bagi pelaku bisnis, buyer dan importir, distributor, pengusaha hotel, restoran, kafe dan katering, retail modern maupun tradisional, franchise, produsen bahan baku, hingga investor.
Pameran ini diharapkan menjadi salah satu ruang strategis untuk memperluas jaringan usaha, memperkenalkan produk, mencari pemasok, melihat perkembangan teknologi, sekaligus membuka peluang kerja sama baru di tengah pertumbuhan sektor pariwisata dan industri F&B Bali.
Pengunjung dapat melakukan registrasi secara online melalui situs resmi Bali Interfood 2026. Registrasi juga tersedia langsung di lokasi selama pameran berlangsung.
Tiket masuk dibanderol Rp100.000 dan berlaku untuk akses selama tiga hari penyelenggaraan. (LE-ViV)







