Denpasar, LenteraEsai.id – Ketua Dewan Penasehat DPP Partai Hanura Irjen Pol (Pur) H. Marwan Paris Dt Maruhun Saripado Minggu, 2 Agustus 2026 melantik secara serentak DPD Partai Hanura Provinsi Bali dan DPC Partai Hanura se-Bali. Pelantikan ditandai penyerahan Pataka Partai Hanura kepada Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bali I Gede Wirajaya Wisna. Selanjutnya Ketua DPD Partai Bali menyerahkan Pataka Partai Hanura kepada masing-masing Ketua DPC Partai Hanura se-Bali.
Kepengurusan DPD Partai Hanura Provinsi Bali terdiri dari Dewan Penasehat diketuai Ida Bagus Kiana. Dewan Pakar diketuai Nengah Renaya. Pengurus Harian Ketua I Gede Wirajaya Wisna, Sekretaris I Wayan Buda Parwatha dan Bendahara Megawati. Serta dilengkapi kordinator daerah (korda).
Pelantikan DPD Partai Hanura Bali dan DPC Hanura se Bali dirangkaikan dengan rapat kerja Daerah (Rakerda). Pelantikan kepengurusan periode 2025-2030 tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi. Sekaligus penguatan mesin partai menghadapi verifikasi partai politik dan Pemilu 2029. Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura Parice Rio Capella menegaskan pelantikan menjadi awal kebangkitan Hanura melalui konsolidasi organisasi secara nasional. Menurutnya, DPP telah melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk perubahan identitas partai dengan logo baru bergambar Singa sebagai simbol semangat baru menghadapi Pemilu 2029.
“Hanura masih memiliki energi besar. Menjelang 2029 kami melakukan konsolidasi di seluruh Indonesia, mengganti lambang menjadi Singa sebagai simbol semangat baru untuk bertarung pada pemilu mendatang,” tandanya.
Rio berharap Hanura Bali tidak hanya hadir sebagai peserta pemilu, tetapi juga mampu melahirkan gagasan besar bagi pembangunan Pulau Dewata. Menurutnya, Bali merupakan wajah Indonesia di mata dunia sehingga seluruh partai politik memiliki tanggung jawab bersama menjaga pembangunan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua DPD Partai Hanura Bali Gde Wirajaya Wisna menegaskan pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal memperkuat organisasi hingga tingkat bawah. Setelah pelantikan, Hanura Bali akan melanjutkan konsolidasi melalui penguatan struktur organisasi, administrasi, dan kaderisasi agar siap menghadapi verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual peserta Pemilu 2029.
“Kami ingin memastikan Hanura Bali memiliki fondasi organisasi yang kuat. Yang lebih penting, Hanura harus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan rakyat, dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wirajaya juga memperkenalkan logo baru Partai Hanura bergambar Singa yang ditetapkan DPP. Menurutnya, perubahan tersebut bukan sekadar pergantian simbol, tetapi menjadi semangat baru yang mencerminkan keberanian, kepemimpinan, ketegasan, dan integritas seluruh kader. Ia juga menegaskan Hanura Bali siap menjadi mitra konstruktif Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan partai politik agar tidak terjebak pada politik sensasi dan popularitas semata. Menurutnya, partai politik harus tetap menjalankan fungsi pendidikan politik, memperkuat kaderisasi, serta menjadi pengawal kepentingan rakyat.
“Politik tidak boleh kehilangan substansi hanya karena mengejar sensasi. Partai politik tidak boleh larut dalam kompetisi elektoral semata, tetapi harus menjadi institusi pendidikan politik, penguatan kaderisasi, dan pengawal kepentingan rakyat,” tegas Koster.
Koster juga mengajak seluruh partai politik di Bali menjaga demokrasi yang beretika dan berbudaya dengan mengedepankan nilai-nilai harmoni, gotong royong, serta musyawarah. Ia menilai pembangunan Bali harus tetap berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Bali Era Baru agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian adat, budaya, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan







