Denpasar, LenteraEsai.id – PT Pertamina Patra Niaga resmi menutup pelaksanaan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026 pada 1 April lalu. Selama periode tersebut, Pertamina memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bali, mulai dari arus mudik hingga arus balik.
Perjalanan masyarakat selama periode tersebut terpantau aman dan lancar. Bahkan, angka kecelakaan dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya berdasarkan data Polda Bali. Selain pengaturan lalu lintas yang optimal, keberadaan fasilitas pendukung seperti tempat istirahat serta ketersediaan energi turut berperan dalam menekan risiko kecelakaan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kelancaran layanan energi selama masa Satgas.
Ia mengungkapkan bahwa di Bali terjadi peningkatan konsumsi LPG sebesar 3,8% dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoline dan avtur mengalami penurunan, seiring berkurangnya jumlah pemudik dibanding tahun sebelumnya. Konsumsi gasoil juga menurun akibat berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang.
“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, hingga rekan-rekan media. Apresiasi setinggi-tingginya juga untuk seluruh tim Pertamina yang siaga penuh beserta keluarga yang turut mendukung kelancaran operasional selama masa Satgas,” ujar Yudha.
Satgas RAFI 2026 yang berlangsung sejak 9 Maret bertugas memastikan distribusi energi tetap aman dan lancar di seluruh wilayah kerja Pertamina, khususnya pada momen Ramadan dan Idul Fitri yang identik dengan peningkatan kebutuhan energi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa stok BBM, LPG, dan avtur selama masa Satgas berada dalam kondisi aman, dengan ketahanan stok berkisar antara 8 hingga 15 hari, tergantung produk dan wilayah.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, Pertamina mengoperasikan berbagai infrastruktur di Bali, meliputi 2 Terminal BBM, 214 SPBU, 4 SPBUN, 147 agen LPG, serta 1 Aviation Fuel Terminal. Seluruh operasional tersebut dipantau melalui sistem monitoring yang aktif selama 24 jam.
Selain itu, Pertamina juga menghadirkan layanan tambahan bagi pemudik melalui Serambi MyPertamina. Bali menjadi salah satu dari dua wilayah di Regional Jatimbalinus yang menyediakan fasilitas ini, tepatnya di Bandara Ngurah Rai, lengkap dengan layanan porter gratis yang menarik perhatian masyarakat.
Ahad menegaskan bahwa hasil evaluasi Satgas RAFI 2026 akan menjadi dasar dalam meningkatkan strategi distribusi energi ke depan.
“Kami akan terus meningkatkan keandalan layanan, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan lonjakan konsumsi, agar kebutuhan energi masyarakat selalu terpenuhi,” tutupnya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan program Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135. (LE-003)







