Denpasar, LenteraEsai.id – BUMN PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) memperkuat literasi terkait asuransi para pelajar di Bali melalui program Narasemesta 2026 untuk meningkatkan pemahaman dan pengelolaan risiko keuangan sejak dini.
“Kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga mampu memahami dan mengelola risiko secara lebih matang,” kata Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema di Denpasar, Bali, Jumat.
Ia mengatakan, literasi asuransi itu menyasar pelajar sekolah menengah atas di Denpasar karena mereka merupakan calon pengambil keputusan masa depan, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun dunia kerja, sehingga penting untuk memiliki perspektif yang kuat terkait perlindungan dan keberlanjutan.
Ia menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam program literasi itu bersifat holistik, mengintegrasikan aspek edukasi, praktik langsung, serta pengalaman kontekstual yang relevan kepada pelajar.
Sesi literasi asuransi dan manajemen risiko disampaikan secara interaktif dan berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
“Kami harap edukasi itu membantu siswa memahami risiko merupakan hal yang tidak terpisahkan dari aktivitas, sehingga perlu dikenali dan dikelola dengan baik,” imbuhnya.
Program itu juga ditargetkan dapat memperkuat implementasi konsep sekolah hijau yang mencakup bantuan pengelolaan lingkungan sekolah, penguatan budaya kebersihan, dukungan program penghijauan, hingga pengembangan ketahanan pangan berbasis sekolah.
Selain itu, program tersebut juga dilengkapi dengan perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi siswa.
Asuransi memiliki peran penting karena masyarakat dapat mengalihkan potensi kerugian finansial akibat risiko kepada perusahaan asuransi, sehingga stabilitas keuangan tetap terjaga.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi asuransi mencapai 45,45 persen dan indeks inklusi asuransi berada pada level 28,50 persen.
Dari data tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan yang perlu terus dipersempit melalui edukasi yang berkelanjutan. (LE)
Source: ANTARA







