Badung, Bali, 07/1 (ANTARA) – Bupati Badung, Bali I Wayan Adi Arnawa menegaskan perubahan arus lalu lintas di kawasan Kerobokan Kelod, Badung, yang juga berada di area pariwisata masih dalam tahapan uji coba.
“Kami mengimbau masyarakat untuk beradaptasi dengan perubahan arus lalu lintas ini, karena perubahan tersebut masih pada tahap percobaan,” ujar Bupati Adi Arnawa di Mangupura, Kabupaten Badung, Rabu.
Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) itu diterapkan di sembilan persimpangan sejak Minggu (14/12) guna menekan antrean kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.
Ia mengatakan pada tahap uji coba itu apabila rekayasa lalin dinilai memang belum optimal, pihaknya akan menyiapkan opsi lain yang dilakukan dalam mengatasi kemacetan di daerah itu.
“Kami meminta masyarakat untuk bersabar dan beradaptasi terlebih dahulu terkait dengan perubahan ini,” kata dia.
Bupati Adi Arnawa mengungkapkan perubahan arus lalu lintas itu dinilai perlu dilakukan dalam mengatasi kemacetan, khususnya di wilayah Kerobokan Kelod.
Untuk itu, masyarakat diminta untuk memberikan masukan-masukan terhadap perubahan arus lalu lintas guna mengurangi kemacetan dan memberikan kenyamanan untuk masyarakat.
“Masukan ini menjadi bahan evaluasi kami ke depannya. Intinya semua ini demi kenyamanan dari masyarakat. Masukan kepada kami juga dapat disampaikan melalui kanal pengaduan Kontak Bupati Badung,” ungka dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung AA Rai Yuda Darma menjelaskan uji coba rekayasa lalu lintas ini merupakan langkah nyata Pemkab Badung dalam mengatasi persoalan kemacetan yang sudah lama terjadi di Kerobokan Kelod.
“Kami menargetkan penurunan kepadatan kendaraan, peningkatan kelancaran pergerakan lalu lintas, serta meminimalkan konflik di persimpangan yang selama ini menjadi titik rawan macet,” kata dia.
Ia menambahkan sejak diberlakukan perubahan pola arus di sejumlah ruas jalan strategis itu telah membuat pergerakan kendaraan lebih teratur. Kepadatan yang sebelumnya kerap terjadi juga mulai berkurang, meskipun volume kendaraan tetap tinggi.
Pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan intensif setiap hari dengan tim di lapangan yang secara rutin mengidentifikasi dan menginventarisasi kondisi lalu lintas, termasuk fluktuasi volume kendaraan.
“Tujuan utamanya memperlancar arus lalu lintas melalui konsep satu arah serta meniadakan konflik atau crossing di persimpangan. Secara teknis, kebijakan ini efektif, meskipun dalam jangka pendek membutuhkan penyesuaian,” kata Rai Yuda Darma.
Pewarta : Rolandus Nampu
Editor : Endang Sukarelawati







