Klungkung, LenteraEsai.id – Perbaikan ruas jalan di Kecamatan Nusa Penida, masih menjadi ‘PR’ besar Pemerintah Kabupaten Klungkung. Apalagi, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, kerusakkan ruas jalan menuju objek-objek wisata kerap dikeluhkan. Kondisi ini disoroti oleh Wakil Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru, Senin (13/5/2024).
Wayan Baru mengungkap, dirinya sering menerima aspirasi masyarakat setempat. Yang mana masyarakat, mengeluhkan kondisi ruas jalan yang sempit, terjal, serta rusak. Kondisi tersebut tentunya sangat berdampak pada kenyamanan serta kelancaran bagi wistawan yang berwisata di Nusa Penida. Oleh karena itu, politisi dari Partai Gerindra imi mendorong agar keluhan tersebut segera ditangani.
“Keadaan jalan di Nusa Penida sudah sangat parah tidak bisa mengakomodir kondisi lalu lintas saat ini. Harus segera diperbaiki, diperbesar kalau bisa ruas jalan ditambah. Buat shortcut agar ada jalan alternatif, sehingga tidak sampai terjadi kemacetan,” usul Wayan Baru.
Menurut Wayan Baru, salah satu ruas jalan yang harus mendapat perioritas perbaikan adalah kerusakkan ruas jalan di wilayah Sebunibus dan Toyapakeh. Kondisi jalan di kedua wilayah tersebut dikatakan sudah rusak berat. “Kita percayakan kepada Penjabat Bupati Klungkung untuk segera mengambil langkah strategis demi kenyamanan masyarakat dan wisatawan di Nusa Penida,” imbuhnya.
Lebih lanjut, politisi asal Desa Sakti, Nusa Penida ini menyadari bahwa selama ini keterbatasan APBD menjadi faktor penghambat perbaikan ruas jalan di wilayah kepulauan tersebut. Oleh karena itu, Wayan Baru menyarankan agar retribusi Rp25 ribu dari tiap-tiap wisatawan yang terkumpul pemanfaatannya dialihkan untuk perbaikan jalan di Nusa Penida. Dengan demikian dirinya optimis, sarana dan prasarana penunjang pariwisata khususnya jalan di Nusa Penida bisa segera tertangani.
Menanggapi masukkan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Made Sulistiawati menjelaskan, pungutan retribusi sebesar Rp25 ribu kepada wisatawan tidak serta merta langsung dapat dimanfaatkan untuk mendanai perbaikan ruas-ruas jalan di Nusa Penida. Retribusi yang terkumpul setiap harinya, harus dikelola berdasarkan mekanisme. Disampaikan pula, bahwa retribusi yang terkumpul dan dikelola dalam APBD selama ini sudah dimanfaatkan untuk kepentingan sektor pariwisata. Mulai dari
pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan dan pelabuhan secara bertahap, hingga penataan destinasi. “Termasuk juga dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas dan jaminan kesehatan, pelayanan pendidikan, pengelolaan sampah dan layanan umum lainnya termasuk bagi hasil kepada pemerintah desa,” jelasnya.
Pewarta: Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan







