Pangdam Udayana Gelar Acara ‘Simakrama’ dengan Awak Media Massa di Bali

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi SIP MSc memberi keterangan usai acara 'simakrama' dengan kalangan awak media massa, di Denpasar, Senin (5/2). (Foto: LenteraEsai/I Made Astra)

Denpasar, LenteraEsai.id – Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi SIP MSc menggelar acara ‘simakrama’ atau ramah tamah dengan kalangan awak media massa di Bali, bertempat di Makodim 1611/Badung di Denpasar, Senin (5/2/2024) sore.

Acara ‘simakrama’ dengan para awak media massa itu dibuka Kapendam Udayana Kolonel Inf Agung Udayana. Tampak hadir pula Kasdam IX/Udayana, Danrem 163 WSA, Irdam, Dandim 1611/Badung dan yang lainnya. Menurut Kapendam, acara ini sedianya digelar Desember 2023 lalu, tetapi karena terbentur peringatan Hari Ibu dan kesibukan lainnya, baru bisa dilangsungkan sekarang.

Bacaan Lainnya

Pertemuan awak media massa dengan Pangdam/IX Udayana dan jajarannya itu berlangsung di Ruang Kreasi Makodim I611/Badung yang ditata sedemikian rupa. Sehingga suasananya pas untuk acara ngobrol sambil ngopi-ngopi. Pangdam IX/Udayana dalam acara yang tidak formal itu menyampaikan terima kasih kepada para awak media massa yang sudah bersedia datang.

Pertemuan serupa akan berlanjut di seluruh Kodam, Korem dan Kodim di seluruh Indonesia. Karena ini merupakan program Kasad. “Nanti kita adakan acara ngopi-ngopi di Media Center Makodam. Biar ditata dulu karena lama tidak dipakai,” ujar Pangdam Udayana.

Di bagian lain Mayjen Harfendi bercerita, bahwa TNI AD juga punya program kegiatan bersama masyarakat menyatu dengan alam. Yaitu membersihkan sampah di kali (sungai), danau dan gunung. Termasuk menanami gunung atau bukit yang gundul. Berkebun di lahan-lahan yang tidak dimanfaatkan. Seperti bertanam jagung dan lainnya.

“Alam itu bukan warisan melainkan titipan untuk generasi selanjutnya. Maka alam harus dijaga dan dilestarikan dengan baik. Itu kita lakukan di seluruh tanah air, di mana merupakan program Bapak Kasad,” kata Pangdam.

Menyinggung pengamanan Pemilu yang hari pencoblosannya 14 Februari mendatang, Pangdam menyebutkan, pihaknya sudah menyiapkan 10.700 personel. Pasukan sebanyak itu ada di tiga Korem, yakni Kupang, Lombok dan Bali. Mereka sudah di-BKO-kan. Nantinya mereka di bawah komando Polda atau Polres setempat. Kalau nanti dianggap kurang, pihaknya menyiapkan pasukan cadangan.

“Tadi saya mengikuti rapat dengan Forpimda Bali, KPU serta Bawaslu. Bali kondusif. KPU Bali targetkan 83 persen keikutsertaan pemilih. Dan nol persen yang melakukan tuntutan karena perselisihan Pemilu. Kita harapkan Pemilu berjalan lancar, aman, langsung bebas, umum, rahasia, jujur dan adil (jurdil). Sehingga nanti menghasilkan pemimpin yang amanah dan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara Indonesia ke depan. Baik Presiden, Wakil Presiden maupun anggota DPR, DPRD dan seterusnya,” ujar Mayjen Harfendi.

Ditanya nengenai sikap netralisasi TNI dalam Pemilu mendatang, Pangdam menjelaskan hal itu sudah didengung-dengungkan sejak lama. Pihaknya satu dengan perintah (sikap) pimpinan. Tetapi kalau di lapangan ditemukan ada anggota TNI salah bertindak, Pangdam Udayana minta diinformasikan ke dirinya. “Terhadap anggota yang salah, pasti ada sanksi disiplin maupun proses pidana,” ucapnya.

Kepada para awak media massa, Pangdam mengingatkan untuk dapat membuat pemberitaan yang kondusif dan mengedukasi masyarakat. Karena berita memiliki dampak yang luas bagi pembacanya, katanya, menyampaikan.

Pewarta: I Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait