Buleleng, LenteraEsai.id – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menginginkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja bisa menghasilkan rekomendasi perbaikan kepada masing-masing desa.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pembekalan KKN STAHN Mpu Kuturan Singaraja ‘Amalaku Kramaning Swadharma’, di Sasana Budaya Singaraja, Jumat (20/10’2023). Sebanyak 315 mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja akan melakukan KKN yang difokuskan kepada 14 desa di Kecamatan Gerokgak.
Agar mampu memberikan rekomendasi perbaikan atau melakukan penyelesaian masalah kepada masing-masing desa lokasi KKN, Lihadnyana memberikan arahan atas tahapan yang perlu dilakukan. Pertama adalah harus memetakan permasalahan yang ditemui di desa lokasi KKN. Kemudian dari permasalahan tersebut, dianalisis kemungkinan-kemungkinan penyebab dari masalah yang ditemukan. Selanjutnya baru dipikirkan program apa yang bisa dilakukan, dan dukungan semacam apa yang bisa diberikan.
Demikian proses kerjanya baru bisa dikatakan rekomendasi yang tuntas, dan pada gilirannya bisa dirasakan oleh masyarakat setempat. “Itu baru selesai. Baru masyarakat bisa bilang oh inilah KKN STAHN Mpu Kuturan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa rekomendasi yang disampaikan oleh KKN STAHN Mpu Kuturan diharapkan dapat diberikan kepada pemerintah desa masing-masing. Rekomendasi tersebut, juga bisa dikoordinasikan untuk ditembuskan pula ke pemerintah kabupaten. Sehingga, saat pemerintah desa menyusun program pembangunan desa, rekomendasi tersebut juga bisa menjadi salah satu acuan.
“Nanti agar saat desa menyusun APBDes agar memperhatikan rekomendasi itu. Karena di sana ada anggarannya,” kata Lihadnyana sembari menyampaikan apresiasinya kepada STAHN Mpu Kuturan Singaraja, yang memilih untuk menempatkan KKN mahasiswanya di Kecamatan Gerokgak.
Menurutnya, Kecamatan Gerokgak merupakan wilayah yang memiliki banyak potensi dan memerlukan inovasi serta problem solving dari generasi muda dan akademisi. Program KKN yang difokuskan di Kecamatan Gerokgak dipandang sebagai target yang fokus dan sesuai.
“Itu benar-benar kena pada sebuah target sasaran. Dibanding disebar di sana di sini. Gerokgak akan dikembangkan sesuai potensi dan tertuang pada RDTR yakni pertanian, pariwisata, dan industri. Ini berarti gayung bersambut, bagus,” ujar Lihadnyana, penuh semangat.
Lihadnyana juga menyampaikan harapannya kepada sektor pendidikan di Kabupaten Buleleng, untuk bisa berkontribusi lebih intens dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Buleleng. Saat ini, angka IPM Buleleng berada pada 73,5 dan merupakan capaian yang baik. IPM yang diukur dari kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat terus diupayakan menjadi semakin baik di tahun-tahun mendatang.
“Seyogyanya kontribusi sektor pendidikan untuk meningkatkan IPM harus meningkat. Ke depan sumber daya manusia Kabupaten Buleleng akan mendorong Buleleng ke arah yang lebih mandiri dan maju,” katanya, menjelaskan.
Peliput: NPA Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan







