Karangasem, LenteraEsai.id – Apel bendera yang digelar di atas bukit di ketinggian 1.200 MDPL, Kamis (1/6), menjadi sensasi tersendiri bagi para OPD di lingkungan Pemkab Karangasem. Udaranya yang segar dengan kelembaban 80 persen menghadirkan kedamaian bagi siapapun yang berada di Objek Wisata Lahangan Sweet, Banjar Dinas Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.
Bukit Lahangan Sweet dipilih menjadi tempat berlangsungnya apel pembukaan kegiatan Bulan Bung Karno V yang nantinya akan berlangsung selama sebulan penuh, yang disinkrunkan dengan peringatan HUT Kota Amlapura.
Sebelum Apel Bendera Bulan Bung Karno dimulai, Bupati Karangasem I Gede Dana mengajak seluruh OPD untuk melaksanakan persembahyangan bersama di Padmasana Bukit Lahangan Sweet. Persembahyangan berlangsung khusyuk dipimpin oleh pemangku pura setempat.
Apel Bendera berlangsung khidmat, di mana Sang Saka Merah Putih berukuran besar berkibar ‘melambaikan’ pesona keagungan ditiup sang bayu di atas Bukit Lahangan Sweet. Dalam amanatnya, Bupati Karangasem I Gede Dana menyampaikan, tema pelaksanaan Bulan Bung Karno V tahun ini adalah ‘Mahajnana Segara Kerthi’ yang bermakna Pemuliaan Laut.
“Artinya bagaimana kita mendalami ajaran Bung Karno, dengan mengambil sub tema Daulat Politik Bahari yakni Kebertahanan Pangider Bali, Berdikari Ekonomi Pesisir, Ekonomi Laut Bali serta berkepribadian dalam Kebudayaan Maritim dalam hal ini Peradaban Maritim Bali,” kata Gede Dana, menjelaskan.
Sementara tujuan dari pelaksanaan Bulan Bung Karno ini, lanjut Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem itu, yakni untuk mengimplementasikan dan mengaktualisasi kepemimpinan Bung Karno dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Karangasem Era Baru yang Pradnyan, Kertha, Santhi dan Nadi.
Mengimplementasikan Ajaran Berdaulat Secara Politik melalui Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945 dalam Masyarakat, Mengimplementasikan Ajaran Berdikari Secara Ekonomi melalui Pemajuan UMKM/IKM dan Aktualisasi Ekonomi Kerthi Bali, dan Mengimplementasikan Ajaran Berkepribadian Dalam Kebudayaan melalui Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali, untuk mewujudkan keharmonisan alam, manusia dan kebudayaan Bali berdasarkan kearifan lokal.
“Itu hah-hal yang paling penting dari esensi peringatan Bulan Bung Karno yang akan kita selenggarakan selama sebulan penuh, dengan berbagai kegiatan-kegiatan sebagai implementasi dari ajaran Bung Karno,” kata Bupati Gede Dana dengan penuh semangat dari atas bukit.
Ia menambahkan, berbagai lomba juga akan diselenggarakan dalam pelaksanaan Bulan Bung Karno, di antaranya Lomba Membaca Teks Pidato Bung Karno, Lomba Membaca Teks Proklamasi, Lomba Membaca Puisi dam Lomba Menggambar Wajah Bung Karno, serta Lomba Bahasa dan Sastra.
Juga dilaksanakan, Lomba Literasi dan Numerasi, Lomba Olahraga Tradisional seperti Lari Karung, Dagongan, Terompah dan Tarik Tambang, Lomba Penyelenggaraan Pelayanan Publik, Lomba Mixologi Arak, Lomba Karaoke, Lomba Tari, Pertandingan Bola Voli Bupati Cup tingkat Umum 2. Tak ketinggalan juga kegiatan gotong royong dan gerakan bersih sampah plastik di areal pantai dan pasar, Parade Gong Kebyar Anak-anak, Grand Final Jegeg Bagus Karangasem, Donor Darah 6, dan Konser Bhakti Bung Karno (KBS).
Sementara usai Apel Pembukaan Bulan Bung Karno, Bupati Gede Dana langsung mengajak OPD untuk Nge-Camp atau menginap di Lahangan Sweet, untuk bersama merenungkan sudah sejauh mana mereka mengaktualisasikan perjuangan dan nilai-nilai yang diajarkan oleh Bung Karno. (LE-KR1)







