Wali Kota Denpasar Resmikan Beroperasinya Bali Mental Health Clinic

Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara meresmikan beroperasinya Bali Mental Health Clinic (BMHC). (Foto: Humas Pemkot Denpasar)

Denpasar, LenteraEsai.id – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara pada Minggu (16/4/2023) meresmikan beoperasinya Bali Mental Health Clinic (BMHC) di Jalan Imam Bonjol No.125, Kecamatan Denpasar Barat yang ditandai dengan pemotongan pita dan penandatangan prasasti.

Usai melakukan peresmian, Wali Kota Jaya Negara juga berkesempatan meninjau pelayanan dan fasilitas di BMHC bersama pimpinan PT Dharma Sejahtera Rahayu Tjokorda Putri Rustini Raka, Direktur BMHC dr I Gusti Rai Tirta, dan tampak juga hadir Wali Kota Denpasar periode 2008-2021 IB Rai Dharmawijaya Mantra, serta para tamu undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Jaya Negara di sela-sela peninjauan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan soft opening BMHC. “Keberadaan BMHC sangat membantu mempercepat penanganan kesehatan serta menjadi solusi bagi masyarakat Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara dengan menambahkan, terlebih saat ini dengan adanya dampak pascapandemi Covid-19 yang berpengaruh pada kesehatan mental di lingkungan masyarakat.

Di samping itu, kemajuan teknologi juga memberikan dampak pada permasalahan mental dari kalangan anak-anak, remaja hingga lansia. “Tentu kami menyambut baik keberadaan BMHC yang terkhusus pada penanganan kesehatan mental dan menjadi alternatif pengobatan dalam kesehatan mental, dan program BMHC nanti bisa kita kerjakan bersama seperti pelayanan BPJS di RS Wangaya dan pelayanan lainnya dengan BMHC, khusus pada kesehatan mental,” ujarnya.

Sementara pimpinan PT Dharma Sejahtera Rahayu Tjokorda Putri Rustini Raka, didampingi Direktur BMHC dr I Gusti Rai Tirta menyampaikan bahwa terwujudnya BMHC ini tidak terlepas dari adanya guncangan Covid-19 yang tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik namun juga kesehatan mental. “Pengalaman rekan-rekan dokter psikeater dan psikolog di ruang praktik pribadi maupun di rumah sakit, banyak masyarakat yang datang memeriksakan kesehatannya, dari keluhan susah tidur, hingga ketakutan,” ucapnya.

Sehingga pengalaman ini membuat gagasan untuk mendirikan BMHC dilahan seluas 3.500 meter persegi. Gedung klinik awalnya merupakan Hotel Dharma Wisata dengan 32 kamar. “Kini kami mengubah bentuk usaha yang awalnya hotel menjadi klinik rawat inap jiwa. Kami ingin ikut berperan melalui kesejahteraan mental, terlebih saat ini masyarakat telah mengetahui pentingnya kesehatan mental,” ujar Putri Rustini.

Keberadaan BMHC sebagai langkah mendukung program pemerintah dalam pelayanan kesejahatan jiwa dari masyarakat, dengan layanan rawat jalan, terapi anak berkebutuhan kusus, pelayanan rawat inap, UGD, dan juga penjemputan dengan mengerahkan ambulance, katanya, menyampaikan. (LE-DP)

Pos terkait