Mangupura, LenteraEsai.id – Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwata, pada Selasa, 7 Maret 2003 memiliki agenda yang cukup padat, antara lain menerima empat rombongan atau kelompok masyarakat yang datang untuk beraudiensi.
Cukup banyaknya kelompok yang harus terlayani, membuat Putu Parwata harus dengan cermat membagi waktu, dengan harapan tidak ada yang dikecewakan. Dengan kata lain, mereka bisa diterima secara baik dan bergantian sesuai dengan yang telah diagendakan.
Rombongan tamu yang sejak pagi hingga sore hari itu menemui Ketua DPRD Badung Putu Parwata, yaitu Panitia HUT dan Pengerupukan 2023 Paiketan Seka Teruna Perum Dalung Permai, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Berikutnya, Profesi Ners STIKES Bina Usada Bali, serta Kelian dan Pemangku Banjar Dam Indah, Dalung. Mereka diterima di ruang kerja Ketua DPRD Badung di Mangupura, secara bergantian.
Kepada Panitia HUT dan Pengerupukan 2023 Paiketan Seka Teruna (ST) Perum Dalung Permai, Ketua Dewan menyerahkan sejumlah sound sistem, diterima para kelian dinas di daerah setempat. Seluruhnya ada tujuh alat pengeras suara diserahkan.
“Saat reses lalu, mereka mengajukan permohon sound sistem untuk digunakan kegiatan di banjar masing-masing. Kali ini diserahterimakan,” ujar Parwata kepada awak media massa, usai menyerahkan perangkat tersebut.
Sedangkan Profesi Ners STIKES Usada Bali, hadir untuk memohon dukungan kepada DPRD Badung, untuk dapat ambil bagian dalam menyukseskan kegiatan yang akan mereka lakukan di Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
Kepada para tokoh dari Banjar Dam Indah, Dalung yang datang pada siang itu, Putu Parwata juga menyerahkan sound sistem berikut sejumlah genta dan perangkat Wifi. “Ini untuk memenuhi permohonan yang sebelumnya sempat disampaikan kepada Ketua DPRD Badung,” ucapnya.
Sementara kehadiran managemen, instruktur dan lulusan Sekolah CIS Bali, diterima di Ruang Rapat Gedung DPRD Badung, karena jumlah mereka cukup banyak. Inti yang disampaikan, adalah tentang adanya sejumlah lulusan dari SMK dan SMA CIS Bali yang serius berangkat kerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri.
Berkenaaan dengan itu, pihak Sekolah CIS Bali mengharapkan dapat dibantu masalah pembiayaannya, lantaran jumlahnya cukup besar. Yakni ada yang Rp 25 juta hingga Rp 67 juta per orang.
Parwata menyatakan salut dan mengapresiasi niat para pelajar atau lulusan yang bertekad bekerja ke luar negeri. “Ini bagus, kalian akan menjadi panutan bagi teman-teman. Dengan catatan, sebelum berangkat harus meningkatkan kompetensi berupa skil, termasuk kemampuan berbahasa asing,” ujarnya, berpesan.
Sedangkan untuk pembiayaan, lanjut dia, akan di-back up Bank BPD Bali berupa pinjaman. “Nantinya setelah bekerja, kalian bisa mencicil sebesar 20 persen dari gaji yang didapat,” ujar Parwata disambut senyum riang sejumlah lulusan yang akan berangkat bekerja ke luar negeri.
Bersamaan dengan itu, pada acara Ketua Dewan dengan sejumlah calon PMI tersebut, juga hadir beberapa pejabat Bank BPD Bali, seperti Ida Bagus Surawan selaku Kacab Mangupura, dan pejabat Bank BPD Pusat. (LE/Ima)







