Mangupura, LenteraEsai.id – Kegiatan DPRD Kabupaten Badung, Bali pada Senin, 6 Pebruari 2023 terbilang padat. Pagi hingga siang tercatat ada tiga rapat panitia khusus (pansus): Pansus Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Badung, Pansus Inovasi Daerah dan Pansus Rencana Penghapusan Perda 3 Tahun 2015 tentang Kerja Sama Daerah.
Rapat berlangsung di ruang rapat terpisah di Gedung DPRD Badung Kompleks Puspem Badung, Sempidi, serentak pukul 10.00 Wita. Agenda berikutnya pukul 14.00 Wita, inspeksi mendadak ke Boshe, Kuta melibatkan Komisi I, II, III dan IV.
Rapat Pansus Industri berlangsung di ruang rapat Gosana 2 dipimpin ketuanya Ni Luh Gede Rara Hita Suksma Dewi didampingi anggotanya I Nyoman Dirgayusa SE. Hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, I Putu Eka Mertawan, Bagian Hukum, staf ahli dan sebagainya. Membahas Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Badung yang telah disusun eksekutif sebelumnya.
Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Badung, I Putu Eka Mertawan memaparkan, Badung perlu membuat regulasi tentang industri untuk menumbuhkan dan memberikan iklim pendirian industri, dengan menyiapkan kawasan industri di masing-masing wilayah kecamatan.
Pentingnya Pemkab Badung membuka kantong-kantong industri, kata Eka Mertawan untuk jaga-jaga kalau terjadi kasus krusial, seperti pandemi Covid-19 lalu. Ditambahkan Eka Mertawan, diperlukan studi komperatif untuk lebih memantapkan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Badung.
Ada sejumlah kawasan sudah merupakan kawasan industri, seperti di Kecamatan Mengwi yakni Kelurahan Kapal, Desa Werdhi Bhuana, Desa Penarungan (Air Kemasan). Di Kecamatan Abiansemal ada industri Aqua, kerajinan Tangan Indah dan sebagainya.
Anggota Pansus Industri, I Nyoman Dirgayusa mengusulkan di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal dibangun industri pengolahan daging babi. Mengingat desa itu sudah ditetapkan menjadi Desa Ternak oleh Bupati Badung. Tinggal melanjutkan program itu.
“Sebanyak 80 persen warga masyarakat Taman memelihara babi. Tinggal pemerintah membangun Rumah Potong Hewan (RPH) yang modern. Desa ternak juga menunjang pariwisata,” kata Dirgayusa, menjelaskan.
Eka Mertawan merepons positif ide dan gagasan anggota pansus Nyoman Dirgayusa tersebut. Menindaklanjutinya, kata dia, pihaknya akan melakukan peninjauan dan pendataan ke lapangan. Rapat Pansus Inovasi dipimpin ketuanya I Nyoman Gede Wiradana. (LE/Ima)







