Angka Kemiskinan Ekstrem Capai Lebih Dari 6.000 KK di Kabupaten Karangasem

Amlapura, LenteraEsai.id – Sebanyak lebih dari 6.000 kepala keluarga (KK) masuk ke dalam kategori keluarga dengan tingkat kemiskinan ekstrem pada 2022 ini di Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur.

“Jumlahnya mencapai 6.000 lebih, terhitung sesuai dengan hasil verifikasi dan validasi desa/kelurahan yang dilakukan oleh Bapelitbangda Kabupaten Karangasem,” kata Kepala Bapelitbangda Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa, di Amlapura, Senin (26/12/2022).

Bacaan Lainnya

Ia menyebutkan, awalnya data dari Kemenko PMK untuk KK miskin ekstrem di Kabupaten Karangasem sebanyak 7.000 KK lebih, namun setelah 10 hari ini dilakukkan validasi di tingkat desa/kelurahan, angkanya  menjadi 6.000 KK lebih.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan KK yang masuk ke dalam kategori Desil 1 atau kemiskinan paling ekstrem dari 10 Desil atau pengelompokan kemiskinan.

“Desil 1 termasuk kemiskinan paling ekstrem, tetapi kita juga harus mengawal yang desil 2 dan 3 agar mereka tidak turun dan masuk ke dalam desil 1,” ujar Sutirtayasa, menjelaskan.

Lebih lanjut Kepala Bapelitbangda mengungkapkan, adapun indikator untuk kategori kemiskinan ekstrem ini yaitu mereka yang hidup dengan penghasilan di bawah Rp358.233 per kapita per bulan atau Rp11.941 per kapita per harinya.

Sesuai dengan program pemerintah, di mana kemiskinan ekstrem di masing-masing daerah harus tuntas pada tahun 2024, sehingga pihaknya akan bekerja keras untuk mencarikan solusi dengan cara bekerja sama dengan pihak OPD yang lainnya.

“Ada tiga strateginya yang akan kita terapkan, yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penurunan jumlah kantong kemiskinan,” ucap Sutirtayasa.

Sementara berdasarkan data awal yang dikeluarkan oleh Kemenko PMK, yakni sebanyak tujuh ribuan lebih KK yang berada dalam kemiskinan ekstrem di Kabupaten Karangasem, disebutkan tersebar di seluruh kecamatan dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Kubu, yakni 1.300 KK. (LE-Ami) 

Pos terkait