Lumajang, LenteraEsai.id – Sejumlah kabar simpang siur dan tidak tepat mengiringi pascameletusnya Gunung Semeru di Jawa Timur, sehingga sempat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Di mana pascaluncuran awan panas guguran (APG) Gunung Semeru pada Minggu (4/12) dini hari, beredar kabar yang menyebutkan bahwa letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu dapat membangkitkan tsunami hingga ke negara Jepang.
Sehubungan dengan ini, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari PhD, Senin (5/12) menyatakan bahwa ada beberapa alasan kenapa berita tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan, antara lain, Gunung Semeru merupakan gunung api darat dengan jarak cukup jauh dari laut sehingga potensi letusan atau ‘pyroclastic partial collapse’ tidak sampai ke laut dan tidak bisa membangkitkan tsunami.
Kemudian, posisi Gunung Semeru berada di Selatan Jawa, jika terjadi longsoran di Pantai Selatan Jawa akibat aktivitas vulkanik, kecil kemungkin tsunami yang terjadi bisa menjangkau negara Jepang karena terhalang gugusan pulau-pulau di Indonesia.
Berdasarkan analisa tersebut, kabar yang beredar tentang letusan Gunung Semeru akan menyebabkan tsunami hingga ke negara Jepang, dapat dipastikan tidak tepat, ujarnya, menegaskan.
BNPB mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar mempercayai kabar yang berasal dari lembaga yang berwenang di Indonesia, baik itu dari BNPB, BMKG, PVMBG, BPBD dan lembaga-lembaga yang dimandatkan oleh pemerintah, tidak yang lainnya. (LE-JT)







