judul gambar
HeadlinesKarangasem

Dampak Bencana di Karangasem Timbulkan Kerugian Lebih Dari 22 Miliar Rupiah

Amlapura, LenteraEsai.id – Bencana alam berupa banjir, tanah longsor dan pohon bertumbangan yang terjadi awal pekan ini di Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur, telah menimbulkan kerugian material senilai lebih dari Rp22 miliar.

Kerugian sebesar itu tidak hanya akibat rusaknya sejumlah rumah milik penduduk, lahan pertanian serta hanyutnya harta benda, hewan ternak dan lain-lain, tetapi juga jebolnya fasilitas umum seperti jembatan, jalan raya, gedung sekolah, pura dan barang-barang milik pemerintah lainnya.

Kalaksa BPBD Kabupaten Karangasem IB Ketut Arimbawa ketika dikonfirmasi di Amlapura, Sabtu (22/10/2022) mengatakan, untuk sementara istimasi kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp22 miliar.

“Istimasinya 22 miliar lebih, dan kemungkinan angka kerugian akan terus bertambah mengingat sampai saat ini petugas BPBD masih melaksanakan assesment di lapangan,” ucapnya, menjelaskan.

Kalaksa BPBD mengungkapkan, kerugian terbesar menimpa fasilitas umum yang mengalami kerusakan, yakni jalan raya dan jembatan yang mencapai angka Rp19 miliar. Sedangkan kerusakan rumah penduduk, kelengkapan rumah tangga, dan pura milik perseorangan, mencapai hampir Rp3 milliar. Untuk kerugian pada lahan pertanian, kendaraan serta ternak seperti ayam, sapi dan babi yang hanyut tersapu banjir, diperkirakan sekitar Rp700 juta.

“Data tersebut kami hitung dari tanggal kejadian yakni 17 Oktober 2022 hingga 21 Oktober 2022. Dan kini kami masih merangkum data kembali, sehingga angka kerugian kemungkinan bisa bertambah, serta petugas kami masih terus melakukan assesment ke lokasi bencana,” ujar Arimbawa.

Sementara kawasan yang tercatat mengalami kerugian yang cukup besar, meliputi wilayah Kecamatan Bebandem, menyusul Kecamatan Selat, Abang, Manggis, Sidemen, Rendang dan Kecamatan Karangasem, katanya, menerangkan.

Bencana yang terjadi pascaturunnya hujan lebat disertai angin kencang di Kabupaten Karangasem sejak Minggu (16/10) malam hingga Senin (17/10) pagi itu, juga menelan tiga korban meninggal dunia dan belasan penduduk lainnya mengalami luka-luka. Untuk seluruh Provinsi Bali, dilaporkan enam orang tewas. (LE-Ami)

Lenteraesai.id