Karangasem, LenteraEsai.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Karangasem telah menimbulkan beberapa bentuk bencana pada Senin (17/10/2022) lalu. Beberapa titik terjadi bencana banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.
Selain merusak bangunan rumah milik pribadi, banjir dan longsor juga telah merusak fasilitas umum seperti gedung sekolah, sanggah, pura dan lain-lain, bahkan sempat menelan tiga korban jiwa, demikian pewarta LenteraEsai.id melaporkan dari Karangasem, Selasa (18/7).
Salah satunya ialah gedung SMP 3 Bebandem di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, di mana bangunan Padmasana, pelinggih Jro Meduwe Karang dan tembok penyengker sekolah, rusak terkikis arus banjir. Sekolah yang dibangun bersebelahan dengan aliran sungai, bagian belakangnya longsor setelah dihantam banjir.
Guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, guru-guru sekolah mengamankan areal dari jangkauan siswa-siswi dengan memasang garis tanda bahaya. Terdapat dua bangunan gedung sekolah yang terpaksa tidak difungsikan. Barang yang mudah rusak terkena air seperti komputer perlengkapan lab dan lainnya diungsikan ke ruangan perpustakaan, sedangkan kelengkapan OSIS, Pramuka dan sebagainya dipindahkan ke aula utama.
Ida Wayan Gautama Adi Putra, Wakil Kepala Sekolah sekaligus Bidang Kesiswaan SMP 3 Bebandem mengatakan pihak sekolah sudah mempersiapkan langkah mengamankan bagi para siswa, jika kemungkinan terjadinya banjir susulan.
“Sebagai langkah antisipasi, kami akan memulangkan siswa dari sekolah jika melihat cuaca yang perubahannya signifikan. Jadi, jika terjadi mendung tebal di utara dan sudah ada tanda-tanda akan turun hujan lebat, kami mengevakuasi ataupun mengarahkan anak-anak untuk bersiap-siap dipulangkan. Kami mewanti-wanti dan memberikan mereka edukasi,” katanya.
Untungnya, saat bencana Gunung Agung dua tahun lalu, para siswa sudah mendapat pelatihan dari BPBD Karangasem, sehingga setiap saat mereka siap melakukan evakuasi diri jika terjadi bencana secara tiba-tiba.
“Kami sudah punya jalur evakuasi yang ditetapkan BPBD saat bencana Gunung Agung yang lalu. Kami sekarang melakukan hal itu lagi. Nah nantinya jika terjadi bencana, anak-anak akan berkumpul, berpusat di lapangan bawah untuk kepentingan evakuasi,” ujarnya.
Sementara Bupati Karangasem I Gede Dana, Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta, petugas BPBD dan PUPR Karangasem serta anggota rombongan lainnya, sempat melaksanakan kunjungan ke sekolah tersebut.
Untuk penanganan bila kembali terjadi bencana, Bupati Gede Dana bersama Dinas PU turun langsung ke badan sungai guna memastikan langkah penanganan seperti apa yang memungkinkan dilakukan, mengingat ketinggian dasar sungai dengan bangunan sekolah mencapai lebih dari 60 meter. (LE-Ami)







