Karangasem, LenteraEsai.id – Sebuah bangunan gudang atau tempat penyimpanan peralatan dekorasi di Lingkungan Penaban, Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Minggu (16/10/2022) sore diamuk si jago merah.
Petugas yang turun ke tempat kejadian menduga percikap api yang kemudian menjadi besar berasal dari nyala dupa sisa sembahyang, bertepatan dengan rahina Kajeng Kliwon.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga yang tengah menyabit rumput, di mana ia melihat asap yang mengepul tebal ke angkasa. Begitu dicari, ternyata sumber asap berasal dari api yang berkobar pada bangunan gudang yang berisi perlengkapan dekorasi. Ia kemudian memberitahu warga sekitar, termasuk si pemilik bangunan, I Gede Nami (56).
Sementara pihak Damkartan Karangasem yang menyusul dapat laporan, secepatnya datang ke lokasi. “Kami langsung terjunkan 20 anggota pasukan pemadam ke tempat kejadian,” kata Kadis Damkartan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah ketika dihubungi malam harinya.
Dikatakan, berkat kebijakan yang dibuat pihaknya, yakni dengan menempatkan sejumlah personel cadangan di beberapa lokasi yang rawan timbulnya musibah kebakaran, peristiwa yang kini terjadi di gudang dekorasi milik Gede Nami, dapat ditangani petugas dengan cepat.
Dalam penanganan kejadian tersebut, lanjut Kadis Damkartan, pihaknya mengerahkan 10 anggota pasukan cadangan dari Pos Karangasem dan 10 lainnya dari Pos Selat menuju ke lokasi musidah, sehingga hanya satu orang yang diperintahkan stanbay di Pos Karangasem.
Melalui pola itu, dalam waktu relatif cepat pasukan Damkartan berhasil menjinakkan kobaran api yang tergolong besar, sehingga sebagian barang-barang yang ada dapat gudang berhasil diselamatkan.
“Nilai aset yang ada dalam gudang sekitar 120 juta rupiah, dan berhasil kami selamatkan setengahnya, sehingga kerugian yang diderita pemilik gudang sekitar 60 juta rupiah,” ujar Kadis Damkartan Karangasem Siki Ngurah sambil menghela nafas lega.
Penanganan cepat dengan menyemprotkan sekitar 4.000 leter air yang dilakukan petugas Damkartan itu, juga terbukti berhasil menghalau lidah api, sehingga tidak sampai merembet ke tempat di sebelahnya yang merupakan Pura Dalem Desa Penaban.
Peritiwa yang sempat mengundang perhatian orang banyak itu tidak dilaporkan menelan korban jiwa maupun luka-luka, terkecuali merugian material yang dialamai oleh si pemilik gudang, (LE-Ami)







