Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkab Buleleng Siapkan Skema Atasi Inflasi

Rapat Koordinasi terkait Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat melalui Video Conference di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng. (Foto: Dok Humas Pemkab Buleleng)

Buleleng, LenteraEsai.id – Pemerintah pusat telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), tentunya ini akan sangat berdampak kepada melonjaknya inflasi baik di tingkat nasional maupun daerah.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai menyiapkan skema untuk menekan inflasi dari dampak kenaikan harga BBM tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami tengah menyiapkan skema guna menekan terjadinya lonjakan inflasi,” kata Sekda Buleleng Drs Gede Suyasa MPd saat ditemui usai mengikuti rapat koordinasi terkait Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat melalui Video Conference, di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng di Singaraja, Senin (5/9).

Sekda mengatakan, Pemkab Buleleng akan menggunakan dana APBD sebanyak dua persen untuk pembiayaan dalam sektor transportasi. Hal ini diharapkan mampu menekan inflasi di Kabupaten Buleleng.

“Kami sedang mengkaji, karena Menteri Keuangan baru hari ini mengeluarkan Permenkeu berkaitan dengan penggunaan dana dua persen itu. Jadi apakah itu dihitung, tadi ada beberapa yang kita baca dipaparannya itu untuk TW4. DAU kan sudah berjalan sampai September, kan sekarang yang dihitung dua persen dari TW4, sehingga kita nanti akan mengkalkulasi ada berapa,” ungkapnya.

Sekda juga menyebutkan, pengendalian inflasi merupakan tugas bersama, sehingga diperlukan kerja sama yang baik di lapangan. Menurutnya, kerja sama sangat diperlukan untuk mencapai target.

“Kalau memang kita bisa dengan bersama-sama dan saling menguatkan satu sama lain, ada kemungkinan upaya pengendalian inflasi bisa tercapai. Tetapi kalau misalkan tidak bisa serentak, tentu akan terkoreksi. Berapa terkoreksinya, ya kita harus hitung bersama. Kami tidak bisa sendirian, kami juga melihat Pemprov Bali seperti apa, karena pertumbuhan Pemprov juga ditentukan kabupaten/kota yang masing-masing terakumulasi, begitu juga nasional,” katanya, menjelaskan.

Terkait rencana Pemkab Buleleng menggunakan dana APBD untuk membiayai sektor transportasi, Sekda Suyasa menjelaskan, hal ini dilakukan untuk menekan biaya transportasi, sehingga harga sembako di pasaran tidak lagi ditambah biaya transportasi.

“Contoh misalkan, kalau PD Swatantra beli bawang merah di Bangli, maka yang membiayai angkutnya kita. Sehingga tidak lagi membebani biaya transportasi akibat dari BBM naik. Kalau PD Pasar beli cabai di Tabanan, itu biaya angkutnya APBD. Jadi jualnya tidak sampai menambah biaya oprasional pengangkutan. Sehingga inflasinya bisa ditekan. Makanya Dinas Perhubungan tadi diundang. Banyak cara misalnya, dengan melakukan pola sewa truk. Truknya disewa lengkap pakai angkut cabai. Biaya sewa itu kita. Jadi ini sangat dibolehkan. Tadi Mendagri juga mengatakan segera bersikap supaya tidak sampai tidak terjawab,” katanya. (LE-BL)

Pos terkait