Rendang, LenteraEsai.id – Manajemen Operasional (MO) Pengelolaan Kawasan Pura Agung (PKPA) Besakih di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, kini tengah melaksanakan penataan dan pelindungan di kawasan pura tersebut agar fasilitasnya semakin memadai.
Sebagai objek wisata yakni pura terbesar di Indonesia, kawasan ini bisa disandingkan dengan objek wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Adanya penataan kawasan yang dibarengi dengan penambahan sejumlah fasilitas seperti perpustakaan, restaurant, sampai gedung bioskop yang menampilkan film dokumenter tentang Pura Besakih, dipandang perlu dilakukan penyesuaian tentang tiketing atau karcis masuk ke kawasan pura.
“Ya, kami akan lakukan penyesuaian harga tiket masuk bagi para wisatawan asing. Menimbang, adanya penambahan fasilitas, tentu akan menambah biaya operasional pula,” kata Plt Manager MO PKPA Besakih, I Gusti Bagus Karyawan pada media gathering yang diselenggarakan di Restaurant Mahagiri, Rendang, Minggu (21/8/2022).
Selama ini, lanjut Gusti Karyawan, harga tiket masuk ke Pura Agung Besakih sebesar Rp60.000 bagi para wisatawan mancanegara. “Itu sudah include dengan pemandu, sarung (kain/kamen untuk wisatawan), dan juga transportasi (ojek),” ucapnya.
Dari harga tiket Rp60.000 tersebut, Rp20.000 di antaranya dibagi lagi untuk organisasi ojek, organisasi sarung dan pemandu, sementara sisanya yang Rp40.000 dibagi lagi untuk daerah yang melaksanakan MoU, yakni 25 persennya masuk ke kas Pemkab Karangasem, 25 persennya lagi masuk ke Desa Adat Besakih, dan 50 persen masuk ke Pura Agung Besakih.
Gusti Karyawan menjelaskan, penyesuaian harga tiket nantinya hanya akan diberlakukan untuk wisatawan asing saja, sementara wisatawan domestik tetap ditetapkan harga sebesar Rp30.000 per orang.
Dengan adanya penyesuaian harga nantinya, dapat dipastikan wisatawan akan nyaman berkunjung ke Kawasan Suci Besakih. Apalagi saat ini fasilitas yang sering menjadi keluhan wisatawan, seperti masalah parkir dan toilet, kini tengah menjadi fokus utama untuk dibenahi, ujarnya, mengungkapkan.
“Untuk fasilitas seperti toilet dapat dipastikan rekanan proyek kami akan membuat toilet yang bagus dan nyaman, serta dibedakan untuk ruang wanita dan laki-laki. Dan nanti di beberapa titik tertentu akan dibangun toilet bertaraf internasional,” ujarnya.
Sementara areal parkir, saat ini menjadi semakin tertata. Apalagi jika wisatawan mengikuti arahan petugas dari MO PKPA, maka akan langsung diarahkan ke tempat parkir gratis milik pemerintah daerah. “Program pembangunan pemerintah provinsi ini sangat luar biasa. Saat ini di Besakih sedang ada pembangunan gedung parkir mobil, termasuk untuk kendaraan berukuran besar. Kemudian akan dibangun juga gedung parkir khusus sepeda motor,” ucapnya.
Sementara terkait kenaikan harga masuk tiket untuk wisatawan mancanegara nantinya, Gusti Karyawan mengatakan, kini pihaknya tengah melakukan kalkulasi terlebih dahulu, dengan harapan dapat ditetapkan harga yang pas. “Tentu dengan kenaikan ini, nantinya kami harapkan juga dapat menambah pemasukan tak hanya untuk Pura Agung Besakih, namun juga ke kas desa dan pemerintah daerah,” katanya, menyampaikan. (LE-Ami)







