judul gambar
DenpasarHeadlines

Teliti Tasawuf dalam Markum Sasak, Dosen Unram Raih Gelar Doktor Linguistik di Unud

Denpasar, LenteraEsai.id – Program Studi Linguistik Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) menyelenggarakan promosi doktor dengan promovendus Aswandikari secara hybrid, di Ruang Dr Ir Soekarno Gedung Poerbatjaraka Kampus FIB Unud di Denpasar, Selasa (9/8).

Ujian terbuka dipimpin oleh Dekan FIB Unud Dr Made Sri Satyawati SS MHum, didampingi oleh Promotor Prof Dr I Nyoman Weda Kusuma MS serta Kopromotor I Prof Dr I Nyoman Suarka MHum, dan Kopromotor II Dr Drs Ida Bagus Rai Putra MHum. 

Dalam ujian terbuka, Aswandikari yang juga dosen Universitas Mataram (Unram) NTB itu berhasil mempertahankan disertasi yang berjudul ‘Tasawuf dalam Wacana Markum Sasak’. Setelah melalui tahapan ujian terbuka, Aswandikari dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan merupakan doktor ke-210 di FIB Unud dan doktor ke-170 di Program Studi Linguistik Program Doktor FIB Unud.

Tim penguji terdiri atas Prof Dr I Nyoman Weda Kusuma MS, Prof Dr I Nyoman Suarka MHum, Dr Drs Ida Bagus Rai Putra MHum, Prof Dr I Made Suastika SU, Prof Dr I Wayan Cika MS, Prof Dr Ketut Artawa MA, Dr Drs I Wayan Suardiana MHum, dan Dr H Nuriadi SS MHum.

Dalam disertasinya, Aswandikari menjelaskan bahwa ada beberapa makna yang terkandung dalam wacana Markum, di antaranya adalah Asma “Huwal awwalu wal-akhiru waz-zahiru wal-batin, Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Batin. Makna berguru kepada ahli zikir, kembalinya badan dan roh, hidayah, hati Islam sejati, jinak hati dalam ibadah, peringatan ahli ibadah dengan ‘arifbillah, mengenal hakikat diri, Qalam Qadim, makna fana dan baqa, wahdatul wujud”.

Fungsi tasawuf dalam wacana Markum Sasak meliputi: (1) lingkaran fungsi keindahan; (2) lingkaran fungsi kemanfaatan meliputi: memposisikan mursyid sebagai sosok penting dalam hidup, membentuk sikap adab yang baik khususnya saat berguru, menjadikan mursyid sebagai sumber ilmu, memberikan rasa tenang melalui nasihat-nasihat; nasihat untuk mencari mursyid yang arifbillah, nasihat untuk berguru dan mengaji, nasihat untuk mengenal diri, dan makrifat kepada Allah, nasihat untuk bertafakur; memberikan pelajaran tentang tahapan (maqamat) spiritual dan kondisi rohani spiritual (akhwal/haal) (3) lingkaran fungsi kesempurnaan jiwa meliputi menyucikan jiwa dari sifat sombong, menyucikan hati dari sifat mencintai dunia (hubuddunya), mengatasi sifat lalai dalam solat dan keras hati untuk mengingat Allah. Qalam Allah sebagai obat (syifa) dan petunjuk (hudan) ketenangan jiwa.

Aswandikari menemukan bahwa Markum Sasak merupakan tasawuf khas Sasak sebagai sistem simbol yang memiliki fungsi dan makna mengintegrasikan spiritual religius dan sosial masyarakat Sasak.

Prof Dr I Nyoman Weda Kusuma selaku promotor menyampaikan bahwa  penelitian atau disertasi promovendus merupakan hasil penelitian yang khas karena meneliti bagaimana wacana Markum Sasak mengimplementasi ajaran tasawuf yang bersumber dari Al-quran dan hadist. Ajaran tasawuf ini menitikberatkan pada aspek rohani dalam agama Islam yang merupakan pengetahuan yang mulia dan suci karena berkaitan dengan mahabbah dan ma’rifat, yakni kecintaan dan pengenalan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di akhir penyampaiannya, Prof Dr I Nyoman Weda Kusuma MHum selaku promotor juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Prof Dr I Nyoman Suarka MHum dan Dr Drs Ida Bagus Rai Putra MHum, selaku kopromotor, para dosen penguji, serta seluruh dosen pengajar yang telah membimbing promovendus selama menempuh pendidikan di Program Studi Linguistik Program Doktor sehingga dapat meraih gelar akademik tertinggi.  (LE-DP)

Sumber: www.unud.ac.id 

Lenteraesai.id