Gubernur Koster Resmikan Pelayanan Kanker Terpadu, Satu-satunya di Indonesia Timur

Gubernur Bali Wayan Koster saat meresmikan pelayanan kanker terpadu di RSUD Bali Mandara (Foto: Dok Humas Pemprov Bali)

Denpasar, LenteraEsai.id – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Pelayanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara, di Sanur Denpasar pada Selasa (31/6), yang merupakan layanan kedokteran nuklir satu-satunya di Bali dan di Indonesia Timur.

Dioperasikannya gedung Pelayanan Kanker Terpadu itu merupakan salah satu program prioritas di bidang kesehatan Gubernur Wayan Koster sebagai pelaksanaan dari visi pembangunan Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Bacaan Lainnya

Plt Dirut RSUD Bali Mandara dr Ketut Suarjaya melaporkan bahwa gedung Layanan Kanker Terpadu telah dibangun sejak tahun 2018-2019 dengan dana sepenuhnya berasal dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali. Gedung Layanan Kanker Terpadu ini mencakup diagnosis, kemoterapi dan layanan kedokteran nuklir, di mana layanan kedokteran nuklir ini merupakan satu-satunya di Bali dan di Indonesia Timur.

“Pembangunan gedung Layanan Kanker Terpadu terdiri dari dua tahap, yakni tahap pertama di tahun 2019 sudah selesai, dan di tahun 2020 tahap kedua akan dilanjutkan. Namun karena pandemi tahap kedua ditunda pembangunannya. Sehingga nanti dengan memanfaatkan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pembangunan ini akan dilanjutkan mulai di anggaran perubahan tahun 2022 dengan total investasi untuk bangunan Rp 81,2 miliar. Sedangkan alat kesehatannya yang telah terseting saat ini berupa Magnetic Resonance Imaging (MRI), alat Radioterapi Linac, City simulator dan alat medis lainnya senilai Rp 56,3 miliar,” ujar mantan Kadis Kesehatan Provinsi Bali itu.

Ia menyebutkan, saat ini RSUD Bali Mandara tengah menyiapkan penambahan ruangan khusus radioterapi dan kedokteran nuklir, serta sedang diusulkan ke Kementerian Kesehatan melalui dana PEN.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyatakan bahwa Bali harus memiliki layanan kesehatan yang baik untuk masyarakat Bali.

“Saya akan terus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit mulai dari rumah sakit milik Pemerintah Pusat, milik Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dengan memiliki target ter-akreditasi minimun B. Kalau bisa semuanya A,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini seraya menyampaikan bahwa RSUD Bali Mandara, Rumah Sakit Mata, dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali sudah terakreditasi.

Lebih lanjut orang nomor satu di Pemprov Bali ini menyatakan, Bali harus menjadi daerah yang memiliki standar kesehatan yang bagus dan juga dilengkapi dengan sarana serta prasarana yang berkualitas
lengkap berupa tenaga medis dan non medisnya.

“Sudah dirancang Sistem Aplikasi Integrasi Seluruh Layanan Fasilitas Kesehatan di Rumah Sakit Pemerintah Daerah, maupun rumah sakit swasta. Jangan sendiri-sendiri, Bali ini wilayahnya kecil cuma 9 kabupaten/kota. Jadi harus diintegrasikan seluruhnya dengan sistem aplikasi,” ujar Gubernur Koster, menandaskan.

Dengan adanya aplikasi, Gubernur Koster menjelaskan bahwa orang akan mudah mengaksesnya dari manapun, kapanpun sehingga dengan adanya aplikasi tersebut. “Kita mengetahui berapa jumlah dokter spesialis, dokter umum, kemudian layanannya apa saja yang ada, hingga jam buka praktik di seluruh rumah aakit di Pulau Bali juga bisa diketahui oleh masyarakat, sehingga tidak perlu lagi ngantre lama-lama di rumah sakit,” ucapnya.

Sistem aplikasi tersebut dikenal dengan sebutan Sistem Informasi Kesehatan Krama Bali Sejahtera (SIK-KBS) yang terintegrasi dengan Sistem Antrean dan Riwayat Kesehatan Individu. Untuk itu, diharapkan betul-betul dipastikan dapat berjalan dengan baik secara integrasi. Selain Krama Bali, wisatawan mancanegara (Wisman) dan wisatawan domestik (Wisdom) juga bisa memanfaatkan pelayanan kesehatan ini, ujar Gubernur Koster.

Dalam pembukaan pelayananan ini, Gubernur Bali juga meminta standar pelayanan kesehatan di rumah sakit harus terus dinaikkan, supaya menjadi rumah sakit berkelas. “PR untuk Bapak Kadiskes Bali agar RSUD Bali Mandara dan RS Mata harus menjadi rumah sakit berkelas dunia bersinergi dengan ahli-ahli dari Bali, dan untuk alat kesehatannya (Alkes, red) sudah saya minta Bapak Menteri Kesehatan RI untuk membantunya,” ungkap mantan anggota DPR RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Ketika pelayanan RS sudah ditingkatkan, maka akan mendukung kepariwisataan di Bali, salah atunya pariwisata yang berbasis pada layanan kesehatan. “Kalau rumah sakit ini sudah world class, maka akan mengurangi orang yang berobat keluar negeri. Jadi kita sangat mengiginkan Bali memiliki layanan kesehatan yang bisa memenuhi standar layanan kesehatan para Wisman,” kata Gubernur Koster.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Koster menyatakan RSUD Bali Mandara adalah salah satu fasilitas yang dibangun oleh Gubernur Bali terdahulu, Made Mangku Pastika dan program ini memiliki prospek yang baik. “Karena bagus, saya evaluasi untuk ditingkatkan dan dibenahi agar semakin berkualitas. Itulah sebabnya saya semangat melengkapi RSUD Bali Mandara ini dengan Layanan Kanker Terpadu,” ucap Wayan Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.  (LE-DP1) 

Pos terkait