judul gambar
AdvertorialHeadlinesKarangasem

Bupati Dana dan Wabup Artha Dipa Bersalam Sapa dengan Umat Muslim di Tanah Aron

Amlapura, LenteraEsai.id – Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan antara umat Islam dan Hindu, mewarnai perayaan Idul Fitri yang dilaksanakan umat Muslim di Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur, Senin (2/5).

Seusai Shalat Ied yang dilakukan di Lapangan Tanah Aron, Amlapura yang dihadiri ribuan umat dari sebagian besar Kampung Muslim di Karangasem, Bupati Karangasem Gede Dana bersama Wabup I Wayan Artha Dipa hadir menyapa warga Muslim untuk menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H.

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Lahar tersebut langsung disambut dengan hangat dan penuh nuansa menyama braya oleh para tokoh Muslim Karangasem dan warga yang usai melaksanakan ibadah Shalat Ied di lapangan.

Ini untuk pertama kalinya seorang pemimpin di Karangasem hadir menyapa langsung warganya yang tengah merayakan Lebaran, ujar beberapa warga yang pagi itu saling bersalam sapa di Lapangan Tanah Aron.

Dengan menggunakan bahasa Bali halus, Bupati Gede Dana menyampaikan rasa suka cita sekaligus mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri di hadapan kerumunan umat. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karangasem, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1443 H. Mohon maaf lahir dan bathin,” ucapnya.

Bupati menyampaikan, tradisi menyama braya yang sudah melekat erat di lingkungan masyarakat Muslim dan Hindu di Karangasem, patut untuk terus dijaga dengan baik. Termasuk berbagai tradisi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun, seperti tradisi ngejot dan lainnya yang merupakan kearifan lokal masyarakat di Karangasem.

“Tradisi adiluhung seperti ini jangan sampai hilang, harus terus dijaga dengan baik oleh segenap umat di Bumi Lahar,” ujar Gede Dana penuh keakraban.

Selaku pemerintah daerah, lanjut Bupati, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada nyama Muslim di Karangasem, karena tradisi Takbiran keliling belum bisa dilaksanakan untuk Lebaran tahun ini karena belum lepasnya Karangasem dari pandemi Covid-19. “Semoga Lebaran tahun depan, Takbiran keliling bisa diselenggarakan dengan meriah, dan bila perlu dilombakan,” ucap Gede Dana.

Usai menyampaikan ucapan selamat hari raya dengan berpantun, banyak warga yang meminta foto bersama Bupati dan Wakil Bupati Artha Dipa.

Sementara itu, Khatib Shalat Ied, HM Mursyid SAg menyampaikan, esensi perayaan Idul Fitri kali ini, bagaimana umat Islam bisa mengambil pelajaran penting dari berbagai kondisi yang terjadi saat ini, termasuk pandemi Covid-19 yang telah dua tahun ini melanda.

“Setelah dua tahun, akhirnya kita kembali bisa melaksanakan ibadah Shalat Ied bersama di lapangan, seperti sekarang ini,” ucapnya dengan mimik wajah berseri-seri.

Sebulan penuh ditempa dengan latihan kesabaran dan melaksanakan kegiatan ibadah Ramadhan, ini tentunya, kata H Mursyid yang juga Ketua MUI Karangasem, bisa mempertebal keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

H Mursyid juga mengajak umat Muslim di Karangasem untuk menjaga dan mempererat silaturahmi dengan sesama Muslim maupun umat lainnya, karena ini juga merupakan esensi dari perayaan Lebaran, yakni bersilaturahmi, mengunjungi keluarga, saudara, kerabat dan teman-teman.

Warga Muslim tentunya bisa mengambil peran dalam pembangunan di Kabupaten Karangasem, katanya.  (LE-KR1)

Lenteraesai.id