Kasus DBD Meningkat Tajam di Karangasem pada Awal 2022

Karangasem, LenteraEsai.id – Awal tahun, tepatnya pada triwulan pertama 2022, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karangasem mengalami peningkatan cukup tajam jika dibandingkan dengan jumlah kasus di tahun sebelumnya, 2021.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Wayan Gede Sweca saat dikonfirmasi, Minggu (10/4/2022) mengatakan, jumlah kasus DBD di Karangasem awal tahun 2022 mengalami peningkatan yang tajam jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Gede Sweca menyebutkan, dari bulan Januari 2022 sampai dengan saat ini jumlah kasus DBD di Karangasem mencapai 208 kasus sedangkan di tahun 2021 dari bulan Januari sampai Desember hanya terhitung 185 kasus.

“Sebenarnya jumlah kasus yang meningkat sejak Januari 2022, pada pekan-pekan ini mengalami sedikit penurunan, tapi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya memang mengalami lonjakan yang tajam,” kata Gede Sweca.

Berdasarkan data yang ada untuk bulan Januari 2022 ada sebanyak 80 kasus, Februari 60 kasus, Maret 51 kasus, sedangkan untuk bulan April sampai dengan hari Jumat (8/4/2022) lalu tercatat 17 kasus.

Dari jumlah tersebut kasus paling banyak ditemukan di Kecamatan Karangasem yang mencapai 105 kasus, sedangkan Kecamatan Sidemen menjadi yang paling sedikit jumlah kasusnya yaitu hanya 2 kasus saja, ucapnya.

Gede Sweca menyebutkan, kasus DBD sangat dipengaruhi oleh musim hujan, karena tempat-tempat perindukkan nyamuk akan meningkat seiring dengan banyaknya timbul genangan. Bersamaan dengan itu, potensi terjadinya penularan juga tinggi.

“Terkait dengan meningkatnya kasus DBD di awal tahun ini, upaya juga sudah kita lakukan yaitu pengendalian vektor (jentik maupun nyamuk) seperti gerakan PSN 3M dan penyemprotan atau fogging,” kata Gede Sweca.

Gede Sweca sangat berharap peranserta masyarakat mulai dari lingkup keluarga dengan menggalakkan program satu rumah satu jumantik, yang mana setiap rumah mampu melakukan PSN 3M secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing. “Jika setiap lingkungan rumah sudah bebas dari jentik nyamuk,  maka potensi penularan DBD juga akan menurun,” ujarnya, mengingatkan.  (LE-Jun) 

Pos terkait