Olah Limbah Bungkil Kemiri Sunan, Made Rajendra Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik Unud

bertempat di Ruang Aula Wiswakarma Universitas Udayana (Foto: Dok Humas Unud)

Denpasar, LenteraEsai.id – Program Studi Doktor Ilmu Teknik (PSDIT) Fakultas Teknik Universitas Udayana pada Kamis, 24 Maret 2022 bertempat di Ruang Aula Wiswakarma Universitas Udayana, melaksanakan ujian terbuka promosi doktor.

Promovendus atas nama I Made Rajendra tampil menyampaikan desertasi yang berjudul ‘Pirolisis Fixed Bed Menggunakan Bed Material Pasir Besi, Mordenit dan ZSM-5 untuk Konversi Biomassa Bungkil Kemiri Sunan Menjadi Bahan Baku Biodiesel. Promovendus dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Dr I Made Rajendra merupakan lulusan PSDIT yang ke-40.

Bacaan Lainnya

Dr I Made Rajendra dalam paparannya menjelaskan, isu kelangkaan energi fosil saat ini telah menjadi perhatian semua pihak. Pemerintah Indonesia telah mengagendakan program transisi energi dari sumber energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT).

Indonesia sebagai negara kaya akan sumber daya alam memiliki ragam sumber EBT berasal dari biomassa salah satunya yang potensial sebagai bahan baku biodiesel adalah kemiri sunan. Proses produksi biodiesel kemiri sunan akan menyisakan limbah berupa ampas atau bungkil kemiri sunan.

Limbah bungkil masih dapat diolah menjadi bio-oil melalui teknik pirolisis. Efektivitas pirolisis dipengaruhi oleh parameter temperatur dan penggunaan bed material yang berperan dalam selektivitas produk khususnya pembentukan senyawa hidrokarbon dalam bio-oil.

Dr I Made Rajendra dalam paparannya menjelaskan, isu kelangkaan energi fosil saat ini telah menjadi perhatian semua pihak. Pemerintah Indonesia telah mengagendakan program transisi energi dari sumber energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT).

Indonesia sebagai negara kaya akan sumber daya alam memiliki ragam sumber EBT berasal dari biomassa salah satunya yang potensial sebagai bahan baku biodiesel adalah kemiri sunan. Proses produksi biodiesel kemiri sunan akan menyisakan limbah berupa ampas atau bungkil kemiri sunan.

Limbah bungkil masih dapat diolah menjadi bio-oil melalui teknik pirolisis. Efektifitas pirolisis dipengaruhi oleh parameter temperatur dan penggunaan bed material yang berperan dalam selektivitas produk khususnya pembentukan senyawa hidrokarbon dalam bio-oil.

Bed material mutahir seperti ZSM-5 saat ini harganya masih mahal dan belum diproduksi di dalam negeri. Inovasi dalam penelitian ini adalah menerapkan penggunaan pasir besi sebagai bahan alternatif. Hasil penelitian menunjukkan minyak pirolisis yang dihasilkan telah memenuhi syarat sebagai bahan baku biodiesel.

Bertindak selaku pemimpin sidang adalah Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana Ir I Ketut Sudarsana ST PhD. Sementara itu, Prof I Nyoman Suprapta Winaya ST MASc PhD, Dr Ir I Ketut Gede Wirawan MT dan Ainul Ghurri ST MT PhD, adalah promotor, kopromotor I dan kopromotor II dalam kegaiatan tersebut.

Bertindak sebagai penyanggah eksternal adalah Prof Ir I Nyoman Gede Wardana MEng PhD (Universitas Brawijaya) dan Prof Dr Ir I Made Rasta MSi (Politeknik Negeri Bali). Sementara itu Prof Ir Rukmi Sari Hartati MT PhD, Prof I Wayan Widhiada ST MSc PhD dan Dr Eng Made Sucipta ST MT sebagai penyanggah internal.

Dr Ir I Wayan Bandem Adnyana MErg, Dr Ir I Gusti Ngurah Priambadi MT, Dr I Putu Lokantara ST MT dan Dr Wayan Nata Septiadi ST MT sebagai undangan akademik.  (www.unud.ac.id)

Pos terkait