Karangasem, LenteraEsai.id – Tidak sedikit penduduk Desa Adat Bukit Galah, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem yang dilanda kaget sehubungan di wilayah tempat tinggal mereka tiba-tiba terdengar suara gumuruh dan ‘bergelontangan’ yang cukup keras pada Selasa (1/2) sore.
Begitu ramai-ramai mencermati alam di sekitar tempat tinggal penduduk yang berada di bagian lereng selatan Gunung Agung itu, ternyarta suara ‘bergelontangan’ yang bagai ada kerikil berjatuhan di atas genteng rumah warga, berasal dari turunnya hujan yang disertai dengan butiran-butiran es batu.
Bendesa Adat Bukit Galah I Putu Suyasa, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa di wilayah Desa Adat Bukit Galah dan sekitarnya terjadi sebuah fenomena cukup langka, yakni hujan es yang sebelumnya diawali dengan turunnya hujan deras.
“Fenomena hujan es ini terjadi cukup singkat yaitu sejak pukul 15:30 sampai 15:35 Wita. Jadi hanya sekitar 5 menit saja, namun sempat membuat warga terkaget-kaget,” kata Putu Suyasa, menjelaskan.
Meskipun terjadi begitu singkat, namun warga yang menyaksikan fenomena hujan es tersebut dibuat terperanjat dan keheranan, serta tidak sedikit yang kemudian mengabadikannya lewat rekaman video untuk diunggah ke media sosial.
“Warga yang menyaksikan fenomena hujan es ini sebagian besar sempat dibuat kaget dan heran, karena kejadian seperti ini bisa dibilang langka,” ujar Bendesa Adat Suyasa.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa yang dihubungi terpisah mengatakan, hujan es yang terjadi di wilayah Desa Adat Bukit Galah merupakan fenomena alamiah, dan masyarakat tidak perlu khawatir yang berlebihan dalam menyikapi hal tersebut.
“Ini merupakan fenomena alam yang biasa terjadi, jadi masyarakat tidak perlu khawatir yang berlebihan dalam menghadapi peristiwa hujan es ini, meski sesungguhnya memang jarang terjadi di wilayah kita,” kata Arimbawa, menekankan. (LE-Jun)







