Basarnas Karangasem Imbau Nelayan Perhitungkan Bahan Bakar Saat Melaut

Amlapura, LenteraEsai.id – Awal tahun 2022, dua orang nelayan asal Kabupaten Karangasem sempat dilaporkan hilang sebelum akhirnya berhasil ditemukan terdampar di suatu tempat dalam keadaan selamat.

Kedua nelayan yang menyusul ditemukan terdampar setelah semalaman tak tentu arah terbawa arus di atas perahu yang mereka ‘kemudikan’ itu, berawal dari adanya kasus kehabisan bahan bakar.

Bacaan Lainnya

“Jadi perahu motor mereka kehabisan bahan bakar saat melakukan aktivitas pencarian ikan di lalut, hingga kemudian pasrah terbawa arus,” kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana, di Amlapura, Selasa (11/1/2022).

Kejadian pertama menimpa nelayan yang berasal dari Tulamben atas nama Wayan Kondi (68), di mana perahu motornya kehabisan bahan bakar hingga kemudian ia terdampar di perairan laut Buleleng pada 2 Januari lalu. Yang kedua terjadi kemarin menimpa nelayan asal Antiga atas nama Nyoman Sudi (36). Ia pun terdampar sampai ke perairan Nusa Penida karena kasus yang sama, yaitu kehabisan bahan bakar, ucapnya.

Terkait dengan hal tersebut, Basarnas Karangasem mengimbau kepada para nelayan agar selalu memperhatikan bahan bakar saat akan melakukan aktivitas mencari ikan di laut. Hal tersebut perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Kami sudah imbau para nelayan agar memperhitungkan bahan bakar sebelum melakukan aktivitas. Selain itu juga nelayan diwajibkan membawa alat komunikasi seperti Hp,” ujar Ngurah Eka menjelaskan..

Di samping memperhitungkan bahan bakar dan membawa alat komunikasi, para nelayan juga diwajibkan membawa baju pelampung serta memperhatikan cuaca yang belakangan ini sering tidak bersahabat.

“Terkait dengan cuaca yang kurang bersahabat dalam beberapa hari terakhir, kami maupun instansi terkait lainnya juga sudah memberikan imbauan kepada para nelayan agar lebih berhati-hati. Kalau bisa jangan dulu melakukan aktivitas di laut sebelum cuaca benar-benar berlangsung normal,” ujar Ngurah Eka, mengingatkan.  (LE-Jun) 

Pos terkait