Karangasem, LenteraEsai.id – Hujan deras yang disertai angin kencang tak pelak telah menimbulkan bencana alam di beberapa wilayah di Kabupaten Karangasem, seperti banjir bandang, pohon tumbang, tanah longsor serta tembok rumah warga yang roboh.
Plt Kalaksa BPBD Karangasem I Nyoman Siki Ngurah saat dikonfirmasi, Senin (6/12/2021) mengatakan, hampir semua kecamatan di wilayah kerjanya kini ‘dikepung’ oleh bencana alam akibat hujan deras yang disertai angin kencang.
“Saat ini tim sedang bergerak ke beberapa titik lokasi kejadian untuk melakukan penanganan, tapi tim agak sedikit terkendala karena hujan deras masih terus mengguyur Karangasem sampai siang ini,” kata Siki Ngurah.
Ia menyebutkan, bencana alam yang terjadi didominasi oleh pohon tumbang yang jumlahnya hampir puluhan batang, tersebar di beberapa lokasi. Bencana alam tersebut mengakibatkan beberapa akses jalan menjadi lumpuh setelah batangan, dahan dan ranting pohon malang-melintang di jalan raya.
Tidak hanya itu, ada beberapa ruas jalan di Kabupaten Karangasem juga terlimbun material tanah longsor hingga tak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah, ucapnya.
Selain melumpuhkan arus lalu lintas, pohon tumbang juga dilaporkan menimpa beberapa rumah warga hingga mengalami kerusakan berat. Sementara akibat bencana banjir bandang, dua sepeda motor milik warga di Jalan Untung Suropati Amlapura, hanyut dan sampai saat ini masih belum ditemukan, ucap Siki Ngurah.
Berkaitan dengan cuaca ekstrem yang saat ini menimpa Kabupaten Karangasem, Siki Ngurah mengimbau warga masyarakat untuk lebih berhati-hati, baik saat berada di rumah maupun sedang beraktivitas di luar rumah.
Berdasarkan laporan yang masuk ke pihak BPBD Karangasem, hingga siang ini telah terjadi bencana banjir bandang di 2 lokasi, longsor di 2 lokasi, dan pohon tumbang di 18 lokasi, tersebar di Kabupaten Karangasem.
Selain itu juga terdapat beberapa tembok rumah warga yang jebol akibat tertimpa pohon tumbang atau ‘diterjang’ banjir yang volumenya cukup besar, ujar Siki Ngurah tanpa merinci lokasi-lokasi yang ketiban musibah tersebut.
“Data kejadian bencana alam yang saat ini kami terima masih bersifat sementara, karena masih ada beberapa kejadian yang belum terdata, tapi akan terus kami update nantinya,” kata Siki Ngurah, mengungkapkan. (LE-Jun)







