BadungHeadlines

Terminal Bus Antarprovinsi Mengwi Badung Hari-hari Lengang

Badung, LenteraEsai.id – Terminal Bus Antarprovinsi Tipe A Mengwi, di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, hari-hari kondisinya relatif lengang, tidak seperti terminal-terminal besar pada umumnya.

Sepinya terminal baik siang maupun malam hari tidak ditampik petugas terminal yang lokasinya berbatasan antara Kota Denpasar dengan Kabupaten Badung itu.

Koordinator Lalu Lintas (Lalin) Terminal Tipe A Mengwi, Sudirman, saat diwawancara pewarta LenteraEsai.id (LE) Rabu, 24 November 2021, mengakui kalau terminal bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tersebut cukup sepi dari arus keluar masuk kendaraan.

Untuk kedatangan dan keberangkatan bus dari Terminal Mengwi kini hanya pada kisaran 20 unit bus per hari. Padahal, bus-bus tersebut melayani penumpang antarkota di sejumlah provinsi di Jawa seperti Surabaya, Malang, Yoryakarta, Bandung dan Jakarta. Bahkan ada bus yang pulang pergi Badung-Lampung dan sebagainya.

Mengapa Terminal Tipe A Mengwi lengang?, Sudirman yang kelahiran Sumbawa itu menjelaskan, antara lain karena adanya PO bus yang masih diberi toleransi untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di garasenya.

“Toleransi itu diberikan karena alasan masih pandemi Covid-19. Tetapi, PO bus tetap melapor ke terminal tentang jumlah penumpang yang diangkut,” ucapnya.

“Ya kondisinya seperti ini. Rata-rata per hari ada 20 unit bus masuk ke terminal ini. Baik yang kedatangan dari luar daerah maupun keberangkatan dari Bali ke luar daerah,” papar Sudirman disertai senyum.

Pria yang sering dipanggil jenderal oleh teman-teman kerjanya menambahkan, penumpang yang naik di Terminal Mengwi diperiksa dokumennya. Misalnya dokumen rapidtest, vaksin Covid-19 dan sebagainya.

Ia menjelaskan, bila ada penumpang yang dokumen rapidtesnya sudah kedaluwarsa, mereka diarahkan untuk melakukan rapidtest. Dalam hal ini pihaknya bekerja sama dengan klinik lokal untuk menyelenggarkan rapidtest bagi penumpang.

“Aturannya seperti itu. Setiap penumpang yang melakukan perjalanan ke luar daerah, harus sudah dirapidtest dan vaksinasi. Demi keamanan dan keselamatan bersama,” ujarnya.

Operasional Terminal Tipe A Mengwi 24 jam didukung 80 personel. Kerjanya dengan sistem shift, lama bertugas 12 jam. Sudirman mengatakan, keamanan dan kenyamanan di kawasan areal terminal terjaga. Semua pelayanan di terminal tipe A ini di bawah Kementerian Perhubungan, semua gratis. Tidak ada pungutan apa-apa.

Sudirman yang sudah setahun bertugas di Terminal Tipe A Mengwi, mengaku happy dengan pekerjaannya, walau harus berpisah dengan keluarga. “Saya happy-happy saja tugas di sini. Saya mengikuti irama di sini. Saya kagum dengan keramahan dan keakraban masyarakat Bali. Di tempat tinggal di sekitar Mengwi, saya aman-aman saja,” akunya ramah. (LE/Ima)

Lenteraesai.id