BPKAD Badung Targetkan Lelang Kendaraan Tuntas Desember 2021

Badung, LenteraEsai.id – Pemkab Badung sudah beberapa kali melakukan lelang kendaraan bermotor bekerja sama dengan Balai Lelang Negara. Tetapi sampai sekarang masih banyak kendaraan, baik berupa sepeda motor maupun mobil yang masih tersimpan di gudang.

Bahkan karena saking banyaknya aset yang sudah tidak terpakai dan akan dihapus dari daftar asset daerah itu, telah membuat belasan mobil harus ‘berjemur’ dan kehujanan di areal terbuka di luar gudang.

Bacaan Lainnya

Investigasi pewarta LenteraEsai.id (LE) ke lapangan pada Rabu siang, 17 Nopember 2021, menemukan banyak kendaraan (mobil) plat merah terparkir tidak beraturan di halaman Kantor Capem BPD Kompleks Puspem Badung wilayah Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Karena digeletakkan begitu saja, ‘penyakit’ yang ada pada mobil-mobil itu diduga kuat akan semakin bertambah parah setelah dalam hitungan bulan atau bahkan tahun kepanasan dan kehujanan.

Sedangkan yang tersimpan di dalam gudang, tampak hanya ratusan sepeda motor berplat nomor polisi warna merah yang sudah dinyatakan dem (mau dihapus dari daftar asset Red-), menunggu waktu pelelangan.

Sebagai daerah kaya di Bali (sebelum pandemi Covid-19), Pemkab Badung memiliki kemampuan besar untuk setiap saat melakukan pengadaan barang. Termasuk pengadaan kendaraan bermotor dari merek dan jenis kendaraan. Baik untuk kendaraan operasional jajaran SKPD maupun untuk kendaraan dinas para pejabatnya.

Suatu kebetulan juga siang itu LE berjumpa dengan beberapa orang pria. Mereka karyawan sebuah usaha bengkel di Tohpati, Denpasar. Di mana bosnya memenangkan lelang paket sepeda motor dan roda empat pada 4 November lalu.

Kabid Pengelola Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Badung, I Nengah Nurjana dikonfirmasi LE, membenarkan masih ada sejumlah kendaraan bermotor aset daerah di gudang dan di halaman terbuka. Kendaraan bermotor itu akan dihapus dari daftar aset Pemkab Badung, melalui lelang.

“Kami targetkan Desember 2021 kendaraan-kendaraan tuntas dilelang. Sekarang masih dalam proses,” katanya menjawab LE di kantornya.

Menurutnya, aturan sekarang sura-surat kendaraan harus lengkap. Nomor mesinnya juga cocok, sebelum dilakukan pelelangan. Jadi pihaknya sedang mengecek dan melengkapi surat-surat kendaraan tersebut. Ditanya berapa persisnya kendaraan dem yang masih tersisa? Nengah Nurjana mengaku tidak hapal, ada staf yang memegang datanya.  (LE/Ima)

Pos terkait