Ketika Mimpi Seorang Tunarungu di Kalbar Jadi Kenyataan

Kalbar, LenteraEsai.id – Ny Setelon (76), ibu rumah tangga dengan enam orang anak, merupakan penyandang tunarungu yang tinggal di rumah berukuran 6X6 meter di Dusun Entinap, Desa Bengaras, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Cukup memprihatinkan. Rumah tinggal yang ditempatinya selama ini boleh dibilang tidak layak huni. Namun tergolong mujur, Desa Bengaras kini menjadi sasaran kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reg ke-112 tahun 2021.

Bacaan Lainnya

Salah satu program unggulan dari kegiatan TMMD Reg ke-112 di Kabupaten Ketapang adalah program rehab rumah tidak layak huni (RTLH) atau bisa juga disebut Rutilahu.

Seiring dengan itu, rumah tinggal Ny Setelon di Dusun Entinap RT-05 RW-03, Desa Bengaras, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, menjadi salah satu sasaran dari kegiatan rehab Rutilahu tersebut.

Namun demikian, tidak tiba-tiba saja rumah Ny Setelon mendapatkan kesempatan sasaran kegiatan TMMD kali ini. Melainkan melalui proses yang sebelumnya harus ditempuh.

Bermula dari adanya laporan ketua RT-05 kepada Babinsa tentang kondisi rumah yang bersangkutan. Kemudian melalui Pasiter Kodim 1203/Ktp Kapten Inf Yulianto, laporan diteruskan kepada Dandim 1203/Ktp untuk dimasukan dalam program TMMD.

Warga di Dusun Entinap cukup banyak yang merasa iba melihat kondisi rumah Ny Setelon yang di sana-sini mengalami kebocoran, dan bahkan nyaris ambruk. “Tidak berlebihan jika kami sangat bersyukur ada program TMMD ke-112, dengan salah satu sasaran merehab rumah tidak layak huni di desa kami,” ujar salah seorang warga Desa Bengaras.

Praka Ali, salah seorang anggota Satgas TMMD Kodim 1203/Ktp saat bersama warga desa mengerjakan rumah Ny Setelon mengatakan, walaupun berada di bawah terik sinar matahari, pihaknya bersama masyarakat tetap bahu-membahu bekerja di lokasi perehaban RTLH milik Ny Setelon.

“Antusiasme warga setempat turut bekerja sangat tinggi. Ini merupakan bukti bahwa keberadaan TNI diterima di tengah-tengah masyarakat,” ujar Praka Ali di lokasi kegiatan pada Jumat (24/9/2021) lalu.

Melihat kesibukan anggota Satgas TMMD dan warga membangun rumahnya, ibu rumah tangga yang telah berusia 76 tahun itu, sesekali tampak melempar senyuman tanda kegirangan. Betapa tidak, rumah tinggalnya yang beratapkan seng dalam kondisi bocor dan berkarat, nantinya dipastikan akan menjadi rumah yang layak huni.

Ia ingin menyampaikan sesuatu kepada anggota TNI, namun tidak bisa menceritakan sehubungan dengan kondisi tunarungu yang disandangnya sejak kecil. Melalui putranya yang bernama Alfiansyah, Ny Setelon mengaku terkejut dan terharu ketika rumahnya tiba-tiba direhab.

“Saya tidak menyangka jika rumah tinggal saya direhab oleh warga bersama bapak-bapak TNI. Ini sungguh sebuah mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Alfiansyah menirukan ucapan ibunya yang disampaikan kepadanya melalui bahasa isyarat.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI melalui kegiatan TMMD yang sudah memberikan bantuan bedah rumah atau Rutilahu. “Saya ucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI,” ujar Alfiansyah dengan terbata-bata di hadapan anggota Satgas TMMD.

Di tempat terpisah, Kepala Penerangan Korem 121/Alambhana Wanawai Mayor Inf Supriyono mengatakan bahwa kegiatan rehab rumah tidak layak huni adalah bagian dari program kerja TMMD Reg ke-112.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan respon tanggap dari Kodim 1203/Ketapang terhadap kesulitan yang dialami masyarakat setempat,” ungkap Mayor Inf Supriyono pada Senin (27/9/2021).

Kapenrem 121/Abw juga sanggat mengapresiasi Komandan Kodim 1203/Ktp atas pilihan sasaran RTLH tersebut. “Ini sudah tepat, sesuai dengan delapan wajib TNI, yang salah satunya mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya,” ucapnya.

Di samping itu, antusias warga untuk membantu dan bergotong royong dalam merehab rumah Ny Setelon, juga dinilai Kapenrem sebagai sesuatu yang sangat bagus. Menurutnya warga penuh semangat karena ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Dengan semangat  yang tinggi tersebut, tentunya akan dapat mempercepat pekerjaan hingga kemudian dapat dihuni sebagaimana rumah yang layak,” ujar Mayor Inf Supriyono, berbangga. (LE-KB)

Pos terkait