AdvertorialDenpasarHeadlines

Wakajati Bali Puji Kopi Arak Tanpa Gula Enak Sekali

Denpasar, LenteraEsai.id –  Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Bali Dr Ketut Sumedana SH MH dengan gamblang memuji cita rasa kopi campur arak tanpa gula. Menurutnya, minuman campuran ini rasanya enak sekali.

Wakajati Bali mengatakan hal itu ketika beraudiensi di hadapan Gubernur Bali Wayan Koster pada Rabu (Buda Pon, Watugunung). 25 Agustus 2021 di Jayasabha, Denpasar.

Selanjutnya, pada pertemuan itu Gubernur Bali menyambut baik gagasan Wakajati Bali Ketut Sumedana untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dalam penanganan masalah-masalah hukum dengan mengedepankan kearifan lokal Bali.

Dalam pertemuan tersebut, Wakajati Bali yang dikenal enerjik ini senada menyebutkan bahwa penanganan masalah hukum perlu lebih mengedepankan kearifan lokal Bali. Maksudnya, bisa diselesaikan terlebih dahulu di tingkat masyarakat/desa adat itu sendiri.

“Kalau bisa masalah-masalah hukum diselesaikan di tingkat masyarakat/desa adat itu sendiri. Itu yang paling baik dan perlu kita dorong bersama, apalagi Bali terkenal dengan desa adatnya yang benar-benar masih berfungsi dengan baik. Kejaksaan tinggi siap bersinergi dengan Pemprov Bali untuk membuat produk-produk hukum seperti Perda dan Pergub sebagai payungnya,” ujar Ketut Sumedana yang juga pernah menjabat Kajari Gianyar.

Ia mengatakan, maksud dan tujuan membangkitkan kearifan lokal dalam penyelesaian masalah adat, masalah gugatan perdata, masalah pidana yang tidak berdampak, masalah keluarga dan lain lainnya terkait dengan segala permasalahan masyarakat di Bali, yakni untuk menghadirkan keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum lebih dekat dalam masyarakat, tidak menimbulkan resistensi dalam masayarakat, menekan lajunya masyarakat ke pengadilan, sehingga peradilan adat bisa berjalan lebih efektif, cepat dan efisien.

Di samping itu juuga untuk mewujudkan kesadaran hukum dalam masyarakat. Jika ini sudah terwujud, maka tidak perlu lagi penegakan hukum yang sifatnya Pro Yustisia sesuai dengan cita-cita hukum. “Di negara-negara maju dan modern penyelesaian dengan mediasi/mediasi penal ini sudah berjalan, sehingga di beberapa negara Eropa banyak penjara yang tutup karena tidak ada penghuni atau narapidananya,” ujar Ketut Sumedana yang mulai bertugas sebagai Wakajati Bali per tanggal 5 Agustus 2021.

Dengan dijamu kopi arak tanpa gula di Jayasabha, Wakajati Bali di hadapan Gubernur Koster menegaskan. kejaksaan akan berkolaborasi dengan kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya.

“Kami siap berkolaborasi memberikan pembinaan kepada masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat di desa adat terkait penanganan masalah hukum di Provinsi Bali,” ujarnya. menandaskan.  (LE-DP1)

Lenteraesai.id