Karangasem, LenteraEsai.id – Dalam beberapa hari terakhir kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Karangasem dilaporkan terus mengalami peningkatan, padahal saat ini sedang diberlakukan PPKM Level-4 yang antara lain bertujuan untuk mengurangi mobilitas masyarakat.
Peningkatan tersebut membuat sebagian warga masyarakat resah karena khawatir dengan yang disebut-sebut varian Delta yang lebih ganas, telah masuk ke sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama ketika dihubungi, Jumat (30/7) mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan telah masuknya varian virus baru ke Kabupaten Karangasem.
“Belum, sampai saat ini kami belum menerima laporan terkait dengan varian virus baru, yakni Delta, telah masuk ke wilayah Karangasem,” kata Putra Pertama, menandaskan.
Putra Pertama menambahkan, peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini di Kabupaten Karangasem, diduga akibat peningkatan tracing dan testing yang dilakukan, sehingga jumlah angka yang positif juga mengikuti.
Peningkatan kasus terkonfirmasi positif di Karangasem diduga karena mobilitas masyarakat yang masih cukup tinggi di masa PPKM dan lebih didominasi oleh transmisi lokal karena kluster keluarga.
“Selain transmisi lokal, ada juga akibat masyarakat yang KTP-nya Karangasem tapi setelah di-tracing ternyata tidak tinggal di Karangasem. Selain itu ada juga akibat riwayat perjalanan ke luar daerah,” katanya.
Akibat peningkatan tersebut, lanjut dia, saat ini ada sebanyak 8 desa dan kelurahan yang masuk zona merah di Kabupaten Karangasem, yaitu Subagan, Ababi, Bebandem, Karangasem, Sibetan, Nongan, Tulamben dan Bhuana Giri.
Terkait dengan hal tersebut, Putra Pertama mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Karangasem untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan guna melindungi diri sendiri dan juga keluarga. (LE-Jun)







