Karangasem, LenteraEsai.id – Warga Banjar Dinas Bengkel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem berhamburan keluar rumah setelah mendengar suara Kulkul Bulus terkait dengan kembali tingginya permukaan air di aliran Sungai Tukad Betel, Rabu (23/6) malam.
“Tadi kulkul dibunyikan oleh Kelian Adat, karena intensitas air sungai yang melintang di kawasan Desa Antiga Kelod kembali tinggi,” kata Kelian Dinas Banjar Bengkel I Ketut Darma ketika dihubungi di kampungnya.
Ketut Darma menambahkan, Kulkul Bulus atau bunyi kentongan dipukul bertalu-lalu, dilakukan Kelian Adat sebagai peringatan kepada masyarakat agar lebih waspada sehubungan air sungai kembali naik, dan dikhawatirkan kembali meluap menerjang wilayah pemukiman seperti yang sempat terjadi beberapa hari lalu.
“Akibat suara Kulkul Bulus tersebut, banyak warga masyarakat yang keluar rumah hanya sekedar mencari informasi, atau sengaja melakukan pengecekan dengan menengok ke aliran sungai untuk memastikan apakah akan kembali meluap hingga ke perkampungan atau tidak,” kata Ketut Darma.
Ketut Darma mengaku heran karena di tempatnya hanya turun hujan gerimis saja, tetapi air sungai tiba-tiba kembali tinggi. Ia meyakini bahwa hujan lebat pasti terjadi di daerah hulu sungai yaitu di kawasan perbukitan Banjar Telengan, Desa Gegelang, seperti yang terjadi pada beberapa waktu lalu.
“Berbekal pengalaman beberapa hari yang lalu, hujan di sini kecil namun aliran sungai malah meluap hingga merendam beberapa rumah warga dan areal pertanian penduduk. Karenanya, sekarang saya tekankan kepada warga masyarakat untuk selalu waspada,” ujar Ketut Darma, menandaskan.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, I Wayan Bagus Pande mengaku sempat panik saat mendengar suara Kulkul Bulus. “Saya sempat panik karena takut kembali terjadi banjir seperti beberapa hari yang lalu. Tapi setelah saya pastikan air sungai tidak terlalu tinggi, saya kembali ke rumah untuk beristirahat. Tapi, saya tetap waspada,” ucap Bagus Pande.
Bencana banjir bandang akibat meluapnya aliran Sungai Tukad Betel pada Kamis (17/6) lalu, tidak saja telah merendam wilayah pemukiman penduduk, areal pertanian dan menggerus jalan raya, namun juga menghanyutkan puluhan ternak, beberapa sepeda motor bahkan melenyapkan pondok milik warga yang dibangun di areal pesawahan. (LE-Jun)







