Badung, LenteraEsai.id – Setelah sembilan tahun menjabat Kepala SMAN 1 Abiansemal, Kabupaten Badung (2010-2019) dengan banyak prestasi, Drs I Made Kupasada MPd tahun 2019 mendapat tugas menjadi Kepala SMAN 2 Abiansemal, Badung.
SMAN 2 ini berlokasi di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Sebagai pendidik ia pun dengan senang hati menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberi atasan. “Bagi saya tidak ada alasan menolak tugas yang diberi atasan. Saya selalu menyatakan siap. Ada tantangan tersendiri mengelola sekolah baru,” ujar Kupasada mengawali perbincangan dengan pewarta LenteraEsai (LE) pada Rabu siang, 23 Juni 2021 di ruang kerjanya.
Dengan berkelakar, kepala sekolah asal Desa Taman tersebut mengungkapkan, SMAN 2 Abiansemal ini dibangun berkat serangkaian demo yang dilakukan para orang tua murid, yakni ketika dirinya masih menjabat Kepala SMAN 1 Abiansemal di Desa Blahkiuh.
Kok bisa?. Ia menceritakan, waktu itu, setiap tahun ajaran baru, orang tua murid selalu melakukan demonstrasi ke sekolah, lantaran putra-putri mereka tidak bisa ditampung di SMAN 1 Abiansemal.
Sekolah tidak bisa menampung sehubungan calon siswa jebolan SMP yang datang mendaftar jumlahnya sangat banyak, sedangkan daya tampung sekolah sesuai ketentuan cukup terbatas.
“Ketika itu saya tidak sendiri menerima aspirasi masyarakat. Melainkan bersama Kadisdik, anggota dewan dan unsur lainnya ikut turun,” kata Kupasada dengan menjelaskan, setelah bertahun-tahun sekolah didemo terus, akhirnya pemerintah membangun SMAN 2 Abiansemal ini. Solusinya memang membangun sekolah baru, karena jumlah lulusan SMP setiap tahunnya sangat banyak.
Kepsek jebolan FKIP IKIP Saraswati Tabanan itu menyebutkan, setelah SMAN 2 Abiansemal beroperasi tahun 2019, situasi pun menjadi kondusif. Tidak ada lagi bentuk ketegangan-ketegangan atau demo pada setiap penerimaan peserta didik baru (PPDB).
Artinya, anak-anak yang memang memilih untuk melanjutkan pendidikan di SMA, sejak itu mayoritas terserap. Di samping sebagian memang ada yang menjatuhkan pilihan ke sekolah menengah kejuruan (SMK), atau ditampung di SMA swasta.
“Kita semua patut bersyukur, karena pemerintah sudah menambah fasilitas sekolah, memenuhi keinginan dan hak masyarakat ketika itu,” katanya, mengenang.
Ayah dua anak dan satu cucu itu mengku selalu enjoy menjalankan tugas dan kewajiban. Baik ketika menjadi guru biasa, yakni mengajar bidang studi biologi, maupun setelah dipercaya sebagai kepala sekolah, selalu enjoy. Bagaimana tidak, lantaran menjadi pendidik (guru) adalah panggilan hidupnya. “Saya harus menyenangi, menekuni dan mencintai profesi pilihan saya,” ucapnya, berbangga.
Dalam memanage guru-guru, pegawai dan para siswa, Kupasada mengedepankan musyawarah untuk mupakat, keterbukaan, kekeluargaan dan soliditas. Setiap memulai suatu kegiatan diawali dengan sembahyang di Pelinggih sekolah bagi yang Hindu. Dan berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing. Program akan berjalan lancar dan sukses, kalau ada campurtangan Tuhan. Hal itu dilakukan dengan disiplin serta penuh kesadaran.
Mengenai masih kekurangan ruang belajar, Kepsek mengatakan bahwa pihaknya selama ini menerapkan ‘doble ship’. Sementara untuk penambahan ruang belajar sudah disampaikan ke Pemprov Bali dan pemerintah pusat.
Menyinggung pembelajaran secara during selama Covid-19, Kupasada menyebut ada sisi kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya membiasakan siswa dan guru bersentuhan atau melek teknologi. Kekurangannya, jaringan internet sering terganggu (lemot), mungkin gara-gara banyak yang memakai.
Selain itu, belajar secara during juga sulit untuk dapat mengetahui dan membentuk karakter siswa. Tetapi karena sistuasinya memang belum memungkinkan melaksanakan pembelajaran tatap muka, maka cara during harus dilanjutkan dulu sebagai solusi dan kebijakan yang diterapkan pemerintah, ucapnya.
“Mari kita tidak henti-henti berdoa supaya Covid-19 secepatnya berakhir. Sehingga kehidupan masyarakat termasuk pembelajaran di sekolah bisa normal kembali,” kata Kupasada yang tercatat berhasil meraih predikat Kepala Sekolah Teladan 2017 itu. (LE/Ima)







