Karangasem, LenteraEsai.id – Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur, telah menimbulkan banjir dengan arus yang cukup deras hingga menggerus bangunan fisik dan areal pertanian penduduk.
Pewarta LenteraEsai (LE) dari Karanmgasem, Kamis (17/6) melaporkan, banjir terjadi setelah hujan turun dengan lebat sejak Rabu (16/6) malam hingga mengakibatkan sejumlah aliran sungai yang sebelumnya sempat mengiring di musim kemarau, mendadak meluap.
Lupan banjir tersebut antara lain tampak terjadi di seputaran Desa Gegelang dan Antiga, Kecamatan Manggis. Sementara di daerah Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem., hujan deras telah menimbulkan tanah longsor hingga menutup jalan raya..
Untuk Desa Gegelang, hektaran areal sawah milik warga tergenang banjir hingga sebatas lutut orang dewasa, bahkan beberapa di antaranya ada yang sampai hancur, pohon padi rebah setelah diterjang banjir bandang. Akibat kejadian tersebut, pemilik sawah terancam tidak bisa panen padi yang kini sudah mulai menguning.
“Beberapa hari lagi saya sebenarnya sudah panen, tapi keburu hancur diterjang banjir,” kata Jro Mangku Ketut Sabo saat ditemui di lokasi kejadian.
Luas sawah milik Mangku Sabo yang hancur diterjang banjir kurang lebih 40 are dan kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta lebih, karena banjir selain menghancurkan sawah juga sebuah pondok yang digunakan sebagai tempat beristirahat, juga ikut hanyut terbawa arus.
“Dalam pondok saya tersebut ada 10 ekor burung merpati, semuanya hilang berikut kandangnya, entah kemana ?,” kata Mangku Sabo, keheranan.
Mangku Sabo mengaku sepanjang hidupnya baru kali ini hujan sampai mengakibatkan banjir seperti ini, yakni hingga menghancurkan beberapa petak sawah dan menghanyutkan pondok miliknya.
Tidak hanya itu, beberapa areal sawah dan ladang milik warga yang lainnya di Desa Gegelang dan Antiga, juga dilaporkan mengalami kerusakan terutama yang berdekatan dengan aliran sungai.
Sementara dari Dusun Telengan, Desa Gegelang dilaporkan, banjir dengan arus yang sangat deras telah memutus jalanan yang menghubungkan antar-dusun.
Permukaan jalan nampak terkelupas bagian aspalnya, bahkan di beberapa lokasi timbul borok-borok dengan cekungan yang cuikup dalam hingga cukup menyulitkan untuk dapat dilalui kendaraan bermotor.
Banjir di tengah kegelapan malam itu tidak dikabarkan menelan korban jiwa maupun luka-luka, terkecuali kerusakan sarana fisik yang jumlahnya kini masih dalam pendataan pihak BPBD Kabupaten Karangasem. (LE-Jun)







