GANNAS Apresiasi BNNP Bali Bongkar Penyelundupan Lima Karung Ganja

Denpasar, LenteraEsai.id – Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) Bali memberikan apresiasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali yang telah menggagalkan upaya penyelundupan lima karung ganja seberat 44 kg yang diangkut truk ekspedisi dari Medan menuju Bali.

Pengangkutan ganja antarpulau tersebut berhasil digagalkan petugas yang menyetop dan menggeledah truk yang tiba di Terminal Tipe A Mengwi, Kabupaten Badung pada Senin, 14 Juni lalu.

Bacaan Lainnya

“Kami berikan penghargaan yang tinggi atas kesigapan BNNP Bali menghalau pasokan ganja tersebut. Ini membuktikan bahwa Bali memang menjadi sasaran target potensi pemasaran narkoba yang cukup menggiurkan dari para bandar narkoba,” kata Yusdiana MY, Ketua DPW GANNAS Bali saat aksi pembentangan spanduk sebagai rangkaian Peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2021 di Monumen Bajra Sandi Renon, Denpasar, Rabu (16/6/2021).

Ia menyebutkan, pihaknya tak heran jika para bandar-bandar narkoba selama ini selalu mencoba menyelundupkan ganja melalui berbagai cara. Misalnya dengan memasukkannya ke dalam paket-paket ekspedisi, seperti yang tertangkap kali ini memasukkannya ke dalam kemasan pakaian bekas.

Pengungkapan aksi penyelundupan ganja tersebut ada kaitannya dengan penangkapan tersangka bandar narkoba WG di daerah Banyuwang, Jawa Timur beberapa waktu lalu, ucapnya.

GANNAS mendorong partisipasi dan peranserta masyarakat untuk membantu memberikan informasi walau sekecil apapun kepada pihak yang berwajib seperti BNN dan Polri.

Informasi yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian masyarakat berkaitan dengan misi ‘War On Drugs’, yaitu perang terhadap penyalahgunaan narkoba yang sedang digelorakan oleh Kepala BNN RI Komjen Pol Reinhard Golose. Bahkan beberapa waktu lalu juga mencetuskan pembentukan ‘Kampunng Tangguh Narkoba’ yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait maraknya peredaran narkoba di Indonesia.

“Intinya peranserta seluruh komponen masyarakat dan komunitas pegiat anti-narkoba saat ini sangat dibutuhkan dalam kampanye perang terhadap barang haram tersebut. Tanpa peranserta semua pihak, akan sulit terealisasi,” ungkap Yusdiana.  (LE-DP)

Pos terkait