Tarik Menarik Lokasi Munas VIII Kadin yang Akan Digelar Juni Mendatang

Denpasar, LenteraEsai.id – Melihat informasi di media dan komunitas asosiasi terkait dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional VIII Kadin, disebutkan tengah terjadi kekisruhan. Munas yang sebelumnya sudah ditetapkan di Bali pada 2 – 4 Juni 2021, namun secara mengejutkan ada pemberitaan dipindahkan ke Kendari Sulawesi Tenggara pada tanggal 30 Juni 2021.

Menanggapi hal itu, Ketua Kopitu DPW Bali I Wayan Rediyasa SE di Denpasar, Kamis (27/5) menyatakan, mengamati kedua kandidat calon ketua umum Kadin yang mengedepankan kepentingan pelaku UMKM sebagai salah satu points utama dalam kampanye mereka, pihaknya sebagai Asosiasi UMKM Indonesia (Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu/Kopitu DPW Bali) mengharapkan pengurus Kadin Bali menunjukkan sikap tidak berpihak terlebih dahulu kepada salah satu calon dalam posisi sebagai calon tuan rumah pelaksanaan Munas VIII Kadin.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu tidak perlu melakukan manuver keberpihakan kepada salah satu calon secara masif agar kedua calon ketua umum Kadin bisa merasakan bahwa pelaksanaan Munas VIII Kadin di Bali bisa dilaksanakan dengan mengedepankan azas demokrasi, ucapnya.

Hal tersebut disampaikan Rediyasa demi pelaku UMKM di Bali yang sudah sangat antusias bisa membangkitkan semangat mereka untuk melaksanakan kegiatannya, melihat peserta yang akan hadir ke Bali pada saat pelaksanaan Munas VIII Kadin tersebut pastinya berjumlah ribuan orang, sehingga secara perhitungan ekonomi bisa meningkatkan potensi daya beli terhadap produk yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM di Bali bisa meningkat.

“Kekhawatiran kami lainnya adalah bilamana betul pelaksanaan Musyawarah Nasional VIII Kadin ini dipindahkan ke daerah lain, maka akan berdampak terhadap dibukanya pariwisata Bali secara internasional,” katanya.

Menyinggung pernyataan yang disampaikan oleh Luhut Binsar Panjaitan terkait ASN Work From Bali, Rediyasa menyebutkan hal tersebut sangat menggembirakan para pelaku UMKM di Bali. Alasannya adalah bahwa pihak pemerintah pusat telah memberikan perhatian khusus buat Bali sebagai jendela dan pintu utama pariwisata Indonesia, di samping pula secara realitas telah dilakukan vaksinasi Covid-19 secara masif di Bali.

Hal itu sangat mendukung kepercayaan international bahwa dengan adanya ASN Work From Bali dan masifnya vaksinasi Covid-19 di Bali bisa menjadikan pertimbangan utama bagi pihak tourist untuk berani datang berkunjung ke Pulau Dewata untuk berwisata dan berlibur bersama keluarga mereka, ujarnya.

Dengan demikian tentunya sangat berdampak terhadap perekonomian pelaku UMKM di Bali secara langsung maupun tidak langsung. “Demikian pernyataan kami dari Kopitu DPW Bali, terimakasih,” kata Rediyasa.  (LE-DP)

Pos terkait