judul gambar
BadungHeadlines

Bule yang Lukis Masker di Wajah, Diusir Dari Bali

Denpasar, LenteraEsai.id – Seorang warga negara asing bernama Leia Se akhirnya dideportasi dari Bali, setelah sebelumnya bertindak nyeleneh karena menggunakan lukisan masker di wajah, untuk mengelabui seorang satpam di sebuah supermarket.
Kasus ini bermula ketika pada pertengahan April 2021, Leia Se dan dan teman prianya Josh Paler Lin hendak masuk ke sebuah supermarket di kawasan Canggu, Bali. Akan tetapi, satpam mencegat dan melarang Leia masuk, berhubung tidak memakai masker.
Keduanya kemudian kemudian berbalik ke mobil dan Josh menggagas melukisi wajah Leia dengan alat make up, dengan model menyerupai masker.
Kali ini, Leia berhasil masuk supermarket setelah sukses mengelabui satpam. Keberhasilan ini dijadikan konten video dan diunggah ke media sosial. Sontak video ini pun viral di media sosial.
Viralnya video yang cukup nyeleneh itu, memantik perhatian Gubernur Bali Wayan Koster yang langsung memerintahkan aparatur di jajarannya untuk secepatnya dapat memburu si bule tersebut, karena dianggap telah melanggar aturan tentang protokol kesehatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Bali, Jamaruli Manihuruk, ketika dihubungi di Denpasar, Rabu (5/5), membenarkan bahwa tim gabungan telah diperintahkan untuk bergerak menelusuri keberadaan orang yang yang tertayang lewat video tersebut.
Tim gabungan yang terdiri atas unsur Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Polres Badung dan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali, terjun mencari keberadaaan orang asing tersebut. Dalam waktu kurang dari satu hari, kata Kakanwil Jamaruli, tepatnya pada 22 April 2021, yang bersangkutan berhasil ditemukan.
Dari hasil pemeriksaan petugas, bule tersebut diketahui bernama Leia Se, lahir di Rusia 9 Februari 1996, dan ia tercatat masuk ke wilayah Indonesia pada 1 Maret 2020 dengan menggunakan visa kunjungan, dengan izin tinggal yang berlaku sampai 11 Mei 2021.
Leia mengaku kalau dirinya sengaja melukisi bagian wajaknya dengan gambar yang menyerupai marker untuk kepentingan konten ‘prank’ yang akan ditayangkan di media sosial.
Melalui penampilan konten ‘face painting’ menyerupai masker yang kemudian disebarluaskannya itu, Leia berharap banyak mengeduk ‘viewer’ di media sosial.
Kakanwil Jamaruli mengungkapkan, adegan nyeleneh tidak hanya dilakukan wanita asal Rusia itu di Bali, tetapi juga di beberapa daerah lain sejak beberapa bulan sebelumnya.
Konten ‘prank’ menggunakan masker yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan telah dilakukan oleh Leia Se sebanyak tiga kali. Pertama dibuat bulan Januari 2021 di Supermarket Popular Deli, Leia memakai masker yang dibuat dengan menggunakan ‘bra’, pakaian dalam wanita.
Konten kedua dibuat pada April 2021, masih di Supermarket Popular Deli, yaitu menggunakan masker dari bahan kaus kaki. Konten ketiga dibuat pada minggu kedua bulan April 2021 di Supermarket Popular Deli, yaitu dengan ‘face painting’ menyerupai masker, ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan, kata Jamaruli, yang bersangkutan terbukti bersalah telah melanggar Peraturan Gubernur Bali No.10 tahun 2021 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Desease-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.
Selain itu, kejadian tersebut juga telah menimbulkan keresahan masyarakat terutama di Bali yang sedang gencar-gencarnya melaksanakan kampanye atau sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 guna membangun kepercayaan menuju pemulihan pariwisata di Bali, ucapnya.
Ia menyebutkan, dengan adanya bukti pelanggaran terhadap Peraturan Gubernur No.10 Tahun 2021, Gubernur Bali sebagai wakil pemerintah pusat, langsung memerintahkan Kepala Kanwil Kumham Provinsi Bali agar segera melakukan pendeportasian kepada Leia Le pada Rabu, 5 Mei 2021 melalui Bandara Ngurah Rai menuju Bandara Soekarno Hatta di Jakarta.
Kakanwil mengatakan, deportasi dilakukan dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia Airlines.  Untuk selanjutnya dari Bandara Soekarno Hatta menuju Moskow melalui Dubai dengan penerbangan Emirates Airlines.
Tindakan deportasi dilaksanakan sehubungan warga asing itu juga terbukti melanggar Pasal 75 ayat 1 Undang-Undang No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yang mengatur bahwa: “Pejabat Imigrasi berwenang melakukan tindakan Administratif Keimigrasian terhadap Orang Asing yang berada di Wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan”.
Tindakan tegas ini dilakukan untuk memberi pelajaran kepada setiap warga negara asing yang berkunjung atau berwisata ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib tunduk pada hukum yang berlaku di Indonesia, guna menegakkan kewibawaan negara di hadapan dunia.
“Dengan ini saya menegaskan bahwa kita tidak akan pernah memberi toleransi terhadap siapapun, termasuk warga negara asing yang melanggar protokol kesehatan sebagai pelaksanaan Peraturan Gubernur No.10 Tahun 2021 yang telah diberlakukan untuk menjaga Bali dari penyebaran Covid-19,” kata Kakanwil Jamaruli, menegaskan.  (LE-BD) 
Lenteraesai.id