DenpasarHeadlines

Kasatpol PP: Aksi Pengamen di Denpasar Ternyata Ada yang Mengkoordinir

Denpasar, LenteraEsai.id – Seorang pengamen jalanan yang dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas dan ketertiban umum, diamankan pihak Satpol PP Kota Denpasar saat sedang beraksi di Jalan Pidada Denpasar, Rabu (14/4).

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, pengamen tersebut ditertibkan saat pihaknya melakukan patroli lingkungan sambari sosialisasi protokol kesehatan PPKM, antara lain di kawasan Jalan Pidada Denpasar.

Dari hasil pendataan, pengamen tersebut bernama Paris berasal dari luar Bali. “Untuk tindak selanjutnya setelah dilakukan pembinaan, akan dipulangkan ke daerah asalnya,” ujar Sayoga.

Menurut Sayoga, hasil dari pendataan ternyata mengamen dilakukan karena tidak memiliki pekerjaan semenjak pandemi Covid-19. Meskipun demikian, Sayoga mengatakan mengamen tidaklah baik karena melanggar ketertiban umum. Bagi yang melanggar akan ditertibkan dan akan mendapatkan sanksi sesuai Perda yang ada

Pandemi memang sangat berdampak pada perekonomian, mengingat sejak Covid-19 mewabah, banyak orang yang kehilangan pekerjaan, ucapnya.

Koordinator

Ia menyebutkan, dari hasil pemantuan pihaknya, ternyata tidak sedikit pengamen yang beraksi di Denpasar ternyata dikoordinir dan dipantau oleh seorang koordinator.

“Jadi ada yang mengkoordinir. Untuk itu, kami akan terus secara rutin melakukan penertiban. Bahkan akan melakukan penertiban dengan menyamar berpakian preman,” kata Sayoga, menegaskan.

Menurutnya, keberadaan para pengamen sangat menganggu ketertiban umum dan kelancaran arus lalu lintas. “Untuk pengamen, mereka hanya bermodalkan gitar-gitar kecil saja,” ujarnya.

Mengenai pengamen yang diringkus pihaknya, Sayoga menyebutkan saat ini masih diamankan di Kantor Satpol PP Kota Denpasar. Untuk langkah selanjutnya akan dipulangkan ke daerah asalnya.

Agar hal ini tidak terjadi lagi, Sayoga berharap semua pihak ikut mengawasi, sehingga di Kota Denpasar tidak lagi ditemukan gelandangan dan pengamen. “Ini tentu sangat menggangu dan bahkan bisa mengancam keselamatan pengendara dan juga keselamatan pengamen itu sendiri,” kata Sayoga, menandaskan.  (LE-DP)

Lenteraesai.id