Gianyar, LenteraEsai.id – Vaksinasi massal yang digelar di kawasan Ubud Kabupaten Gianyar, mendapat kunjungan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Selasa (23/3).
Kehadiran Mendagri tampak didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Pangdam IX Udayana, Kapolda Bali, Sekda Provinsi Bali, dan Bupati Gianyar Made Mahayastra.
Rombongan terlihat mengunjungi lokasi vaksinasi di Banjar Tegallantang, Kelurahan Ubud. Mendagri menyatakan sangat mengapresiasi vaksinasi yang disebutnya berbasis mikro ini, yang berlangsung sangat tertib.
Dikatakannya, tidak banyak yang melaksanakan vaksinasi tingkat banjar (mikro) di berbagai daerah. Yang ada belakangan ini di tingkat desa, kampung, kelurahan atau kecamatan. Ternyata, vaksinasi di tingkat banjar menurutnya lebih tertib dan teratur seperti di Ubud ini.
“Dengan adanya keteraturan jam, yang datang siapa, yang mau disuntik siapa dan yang lain-lainnya ini, telah membuat aliran masuk dan keluar peserta vaksinasi berjalan dengan baik,” kata Tito, berkesan.
Dia berpesan, bagi masyarakat yang sudah divaksin jangan langsung merasa sudah aman. Harus tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Ditambahkannya, antibodi bisa terbentuk sempurna dalam 3-4 minggu setelah vaksin kedua dilakukan.
“Setelah tiga sampai empat minggu itu akan dicek, keluar tidak antibodinya? Kalau antibodi sudah terbentuk, maka relatif aman, tapi tetap pakai masker, karena ini masalah dunia. Saya doakan semoga semuanya berjalan lancar dan sukses mengeluarkan antibodi, sehingga Bali menjadi aman, pariwisata hidup lagi, ekonomi hidup lagi,” ujar Tito, mengharapkan.
Tito menegaskan kepada Gubernur Wayan Koster dan Bupati Mahayastra bahwa Ubud sebagai ‘zona hijau’ merupakan prioritas untuk dil;akukan vaksinasi. Jadi semua warganya segala umur wajib divaksin. Sedangkan di luar daerah yang ditarget menjadi zona hijau, vaksinasi diprioritaskan pada orang yang memiliki faktor resiko.
Bupati Mahayastra memaparkan bahwa vaksinasi di kawasan Ubud akan selesai dilaksanakan dalam kurun waktu 7 hari. Vaksinasi massal berbasis banjar diberikan kepada 32.000 dari 47.000 orang yang telah didata.
Vaksin tahap kedua akan diberikan setelah 8 minggu melakukan vaksin pertama . “Mengingat vaksin yang diberikan nantinya tidak menggunakan Sinovac, sehingga perlu waktu 8 minggu untuk vaksin keduanya,” kata Mahayastra.
Sementara itu, Bendesa Tegallantang Gusti Putu Gede Suradnya mengatakan, jumlah warga keseluruhan di desanya sebanyak 700-an jiwa, yang tervaksin sekitar 400 jiwa. Ada sekitar 300-an jiwa yang tidak tervaksin karena tidak lolos dalam screening.
Jumlah vaksin yang dipersiapkan sebanyak 500-an dosis, kata Suradnya sembari mengaku bangga karena desanya dikunjungi oleh Mendagri. Ia berharap bantuan vaksin ini bisa membuat pariwisata bisa kembali normal. (LE-GN1)







