Karangasem, LenteraEsai.id – Sepekan sudah tragedi dua wanita yang disinyalir sebagai mertua dan menantu menceburkan diri ke laut saat menumpang kapal KMP Marina Primera yang berangkat dari Pelabuhan Lembar NTB menuju Pelabuhan Padangbai Karangasem pada 12 Februari lalu.
Pada peristiwa tersebut, seorang wanita yakni Siti (30) dinyatakan meninggal dunia, sedangkan satu orang yang lain, Ny Suryati alias Noni (66), nyawanya berhasil diselamatkan oleh anak buah kapal (ABK) yang terjun melakukan pertolongan.
Kasatpolair Polres Karangasem AKP I Gusti Agung Bagus Suteja saat dikonfirmasi Jumat (19/2) mengatakan, sampai saat ini jenazah Siti belum diambil pihak keluarganya. Jenazah yang semula dibaringkan di RSUD Karangasem, karena cukup lama tidak diambil akhirnya dikirim ke RSUP Sanglah Denpasar.
“Sudah seminggu korban meninggal dunia tapi dari pihak keluarga belum juga ada yang mengambil jenazahnya untuk dibawa ke tempat asalnya,” ungkap AKP Bagus Suteja.
Sementara itu, Ny Suryati alias Noni, kini sudah kembali ke kampung halamannya di Bandung, Jawa Barat.
Kasatpolair mengungkapkan, ada sesuatu yang agak membingungkan saat pihak kepolisian melakukan interogasi kepada Ny Suryati beberapa waktu lalu, sebelum ia kembali ke kampung halamannya. Wanita yang awalnya disebut-sebut sebagai mertua Siti, tiba-tiba mengaku tidak mengenal Siti.
“Ny Suryati tidak mengakui kalau Siti adalah menantunya saat diinterogasi petugas,” kata AKP Bagus Suteja, menjelaskan.
Akibat tidak diakuinya Siti sebagai menantunya oleh Ny Suryati, membuat jenazah korban masih terlantar dan saat ini sudah berada di RSUP Sanglah Denpasar.
“Saya berharap ada anggota keluarganya yang mengambil jenazah korban, karena kasihan juga sudah terlalu lama terlantar di Bali,” kata AKP Bagus Suteja, mengharapkan.
Seperti telah diberitakan, Ny Suryati dan Siti yang disebut-sebut memiliki hubungan mertua dan menantu, nekad menceburkan diri ke tengah laut dari atas kapal yang ditumpanginya dari Pelabuhan Lembar NTB menuju Padangbai Karangasem pada 12 Februari lalu.
Beberapa ABK yang mengetahui perbuatan mereka itu, terjun ke permukaan air laut melakukan pertolongan, berhasil menyelamatkan nyawa Ny Suryati. Namun saat Siti dievakuasi ke atas kapal, diketahui sudah tak lagi bernyawa. (LE-Jun)







