Tanaman Padi di Beberapa Areal Subak Badung Ludes Diserang Hama dan Penyakit

Hektaran tanaman padi petani di Munduk Jempeng Beten

Badung, LenteraEsai.id – Hektaran tanaman padi petani di Munduk Jempeng Beten dan Munduk Jempeng Duur, Pekaseh Subak Karang Dalem, Kabupaten Badung, ludes diserang hama tikus dan penyakit lainnya.

Tanaman padi dalam satu petaknya sebagian besar rusak, bagian daun meranggas berwarna kemerahan. Petani tidak tahu nama jenis penyakit yang kini menyerang tanaman padi mereka di areal persawahan.

Bacaan Lainnya

Selain jenis penyakit yang tergolong aneh, tanaman padi juga kini diserbu hama tikus dan belalang. Menurut beberapa petani, varietas yang mereka tanam jenis Infari 32. Itu bibit dapat subsidi dari pemerintah, yakni Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Badung, yang pendistribusiannya melalui kelian di masing-masing subak.

Tanaman padi di Munduk Jempeng Beten (Bawah) yang rusak paling parah adalah milik Pekak Panti (60). Dua petak tanaman padinya rusak total.

Ia yakin tidak akan menghasilkan alias gagal panen. Menurutnya, pascadipupuk langsung diserang hama dan penyakit. Sudah berkali-kali disemprot dengan pestisida, tidak mempan.

Bersamaan dengan itu, gerombolan tikus alias Jero Ketut, menyerang tanaman pada malam hari. Batang padi dikerat hingga ludes. Akibatnya,  Pekak Panti mengaku pusing dan pasrah.

“Pada musim tanam sebelumnya saya juga tanam bibit padi Infira 32, waktu itu selamat. Tetapi sekarang justeru diserang hama dan penyakit yang sangat ganas,” tuturnya ditemui di rumahnya, Senin (15/2/2021) sore.

Kelian Subak Munduk Jempeng Beten (Bawah), I Wayan Sutanayasa membenarkan tanaman padi petani di wilayah Munduk diserang hama dan penyakit. Namun demikian, ia belum bisa memberikan data pasti tentang berapa hektar luas tanaman padi yang telah diserang hama dan penyakit tersebut.

“Yang diserang hampir merata. Ada yang parah ada yang masih tergolong ringan. Mereka menanam bibit jenis Infari 32, subsidi pemerintah,” katanya ketika ditemui di rumahnya.

Ditanya tentang kemungkinan para petani sudah masuk asuransi ?, Sutanayasa mengatakan belum. Ia mengaku belum tahu prosedur petani ikut program asuransi.

Sementara mengenai tanaman padi yang rusak di wilayahnya apakah sudah dilaporkan kepada Pekaseh Subak Karang Dalem dan Dinas Pertanian?, Sutanayasa menyebut pihak BPP Pertanian di Kecamatan Abinasemal, Badung, sudah tahu kondisi yang terjadi di lapangan.

“Beliau-beliau sudah pada tahu, tetapi belum ada yang turun ke sawah melihat tanaman padi yang rusak. Saya mengharapkan petugas segera turun memberi arahan dan solusi mengatasi tanaman padi yang terserang hama dan penyakit kali ini,” ucapnya, berharap.  (LE-Ima)

Pos terkait