DenpasarHeadlines

Buntut Cuitan Viral di Twitter, Kristen Gray Segera Diusir dari Bali

Denpasar, LenteraEsai.id – Belakangan ini jagat media sosial dihebohkan dengan pemberitaan viral tentang cuitan seorang WNA pada akun twitter @kristentootie tanggal 17 Januari 2021 yang berisi ajakan bagi orang asing untuk pindah ke Bali pada masa pandemi Corona (Covid-19).

Wanita yang bersangkutan juga menyatakan bisa memberikan kemudahan masuk ke Bali melalui agen yang direkomendasikan, sekaligus ditawarkan biaya hidup di Bali yang murah, nyaman dan ramah bagi LGBTQ+. Selain di Twitter, hal tersebut juga dimuat dalam e-book dengan harga USD30 dan dilanjutkan dengan konsultasi seharga USD50 selama 45 menit. Hal ini menjadi trending topic pada media sosial maupun media mainstream pada 17 dan 18 Januari 2021.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali Jamaruli Manihuruk melalui siaran tertulis menyatakan bahwa terkait hal tersebut, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali mengambil langkah – langkah sebagai berikut: 1. Melakukan pengecekan data masuk WNA atas nama Kristen Antoinette Gray yang masuk ke wilayah Indonesia pada 21 Januari 2020 pukul 23:04:54 Wita melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Selanjutnya Kristen Antoinette Gray melakukan perpanjangan Izin Tinggal pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar pada tanggal 22 Desember 2020 yang berlaku sampai dengan 24 Januari 2021.

Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Imigrasi, ditemukan sponsor Kristen Antoinette Gray yang bernisial IGW yang beralamat di daerah Ubud Gianyar, kemudian dilakukan pengecekan lapangan pada 18 Januari 2021, ucapnya.

Kakanwil menyebutkan, pada tanggal 19 Januari 2021, petugas Imigrasi melakukan panggilan melalui sponsor terhadap Kristian Antoinette Gray untuk dapat hadir ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Jamaluri, cuitan akun twitter @kristentootie yang mengajak WNA untuk pindah ke Bali saat pandemi tentunya bertentangan dengan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 2 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Covid19 serta Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi Nomor: IMI-0103.GR.01.01 Tahun 2021 tentang Pembatasan Sementara Masuknya Orang Asing ke Wilayah Indonesia Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, WNA dimaksud diduga telah menyebarkan informasi yang dianggap dapat meresahkan masyarakat, antara lain:
1. LGBTQF (queer friendly) di mana di Provinsi Bali memberikan kenyamanan dan tidak dipermasalahkan;
2. Kemudahan akses masuk ke wilayah Indonesia pada masa pandemi;
Sehingga patut diduga melanggar pasal 75 ayat 1 Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang berbunyi :
Pejabat Imigrasi berwenang melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian terhadap Orang Asing yang berada di Wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

Selain hal tersebut, lanjut Jamaruli, WNA dimaksud diduga melakukan kegiatan bisnis melalui penjualan e-book dan pemasangan tarif konsultasi wisata Bali, sehingga dapat dikenakan sanksi sesuai pasal 122 huruf a Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang berbunyi: Setiap Orang Asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian Izin Tinggal yang diberikan kepadanya.

Sebagai tindak lanjut, kata Jamaruli, warga negara Amerika atas nama Kristen Antoinette Gray dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendeportasian (pengusiran) sebagaimana tersebut pada pasal 75 ayat 1 dan ayat 2 huruf f Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian;

“Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali mengimbau kepada warga negara asing agar dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini untuk mematuhi protokol kesehatan serta mengikuti prosedur yang benar tentang pengurusan visa dan selama berada di Indonesia,” ujarnya, menegaskan. (LE-DP)

Lenteraesai.id